19 September 2010

demigod berbatov

Ada yang mengatakan sedikit berlebihan. Terutama pansnya Liverpool. Tapi mohon maaf. Saya sukanya MU. Jadi tak apalah. Dan layaknya perseus yang menghancurkan kraken. Maka itulah yang dilakukan Berbatov. Sendirian meluluhlantakkan Liverpool. Liverpool bukannya tanpa perlawanan. Dua gol dari dua bola mati oleh sang kapten Steven Gerrard hampir saja mengulang mimpi buruk MU ketika melawan Everton. Namun hattrick Berbatov mengamankan 3 poin MU.


Pertandingan sendiri di awal-awal babak pertama berjalan satu arah. Manchester United mengurung pertahanan Liverpool. Namun lama kelamaan mulai berjalan seimbang. Kebuntuan pecah oleh gol Dimitar Berbatov. Gol tercipta lebih karena lengahnya lini belakang Liverpool dalam mengawal Berba. Torres berada pada posisi di belakang Berba dan Berba dengan mudahnya membelokkan bola sepak pojok Ryan Giggs. Kedudukan 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua pertandingan berjalan lebih menegangkan 4 gol tercipta, dua untuk masing-masing tim. MU berhasil mencuri gol lebih dulu dengan cara yang luar biasa. Pergerakan Nani dari sayap kanan diakhiri dengan sebuah umpan silang. Disana berdiri Wayne Rooney dan Berbatov. Rooney berusaha menyundul bola namun gagal. Dibelakang Rooney telah menunggu Berba. Dengan ketenangan mengagumkan Berba mengontrol bola dengan kakinya sebelum melepaskan tendangan salto nan indah. Layaknya lengkungan pelangi, bola sempat membentur mistar gawang sebelum meluncur masuk ke gawang tanpa bisa dicegah oleh Reina yang hanya terpaku menyaksikan keindahan.

Ketinggalan dua gol tidak membuat Liverpool patah arang. Dengan dimotori Steven Gerrard, Liverpool berupaya mengejar. Sebuah pergerakan berbahaya Fernando Torres menerima umpan matang Joe Cole dipatahkan tekel keras Evans. Tanpa ragu wasit menunjuk titik putih. Eksekusi Steven Gerrard memperkecil ketinggalan Liverpool menjadi 2-1. Tak lama berselang Liverpool menyamakan kedudukan. Pelakunya masih 2 orang yang sama. Steven Gerrard dan Fernando Torres. Kali ini Torres dilanggar sedikit di luar kotak penalti. Tendangan bebas diambil oleh Gerrard dengan mengagumkan. Memanfaatkan celah sempit yang tercipta, bola meluncur tanpa bisa dicegah oleh Van der Sar yang hanya bisa terpana. Skor berubah 2-2.

Tersentak oleh dua gol Liverpool, MU kembali meningkatkan intensitas serangan. Masuknya Macheda menambah daya gedor. Gol yang diharapkan pun lahir. Berawal dari kejelian Paul Scholes membaca permainan, bola diberikan kepada O'shea yang berdiri di kanan lapangan. Dengan sekali kontrol Bola di layangkan ke muka gawang. Dan hari ini memang harinya Dimitar Berbatov. Bola yang melayang tadi tepat menuju ke Berbatov dan tanpa ampun bola dihujamkan ke kanan bawah gawang Reina. Skor 3-2 bertahan sampai peluit dibunyikan.

Kali ini untuk pertama kalinya sejak 3 tahun terakhir, Saya memaklumi mahalnya harga yang dikeluarkan MU untuk Berbatov. Mudah-mudahan bukan untuk yang terakhir kalinya, Demigod.

2 comments: