28 January 2010

Leba-i mode on

Siang ini seperti biasa,saya disibukkan dengan aktivitas-aktivitas kecil yang kadang membuat lelah tapi lebih banyak menyenangkan. Menemani si ayuk fariha tidur sementara si adik faaiz bersama umminya. Dan semakin melelahkan karena si ayuk menuntut perhatian lebih akibat flu dan batuk yang menyerang. Tidurnya semakin malam dan semakin rewel karena terus terbangun akibat batuk yang terus-terusan hadir. Sebenarnya cewek gw (anak kamu tuh udah dua Mahbub, bini bukan cewek!) sudah menyarankan untuk pergi ke dokter.

Pun begitu dengan ibu dan emak (mertua), tapi saya bilang nunggu keesokan hari aja kalo emang batuknya masih parah, baru kita bawa ke dokter. Kasihan sih sama ayuk, dan gw juga mungkin terlihat sedikit kejam atau bahkan sangat kejam. Tapi itulah saya. Dengan segala hormat kepada seluruh dokter dan calon dokter, saya hidup pada zaman dimana sulit sekali bagi saya untuk mempercayai para dokter. Dengan begitu banyaknya obat yang gw ga tau kejelasan haram dan halalnya. Dengan begitu banyaknya campur tangan yahudi dalam produksi segala macam obat. Terlebih lagi dengan begitu banyaknya kasus malpraktek yang melibatkan para dokter di negeri ini. Itu hanya oknum, saya sadar, itu pasti. Tapi tetap saya tidak bisa membedakan mana yang the real dokter dan mana yang oknum. jadi selama saya ga bisa yakin ya itulah jalan yang saya tempuh. kalo ini di bilang kejam ya monggo... kalo katanya eminem sih :

"Cause I am, whatever you say I am. If I wasn't, then why would I say I am? In the paper, the news everyday I am. I don't know it's just the way I am"

Lagian juga kmrn setelah lama ga ikut ngaji sama Al Mukarrom Al Ustadz K.H.Ahmad Taufik Hasnuri, akhirnya gw kembali lagi. Dah kangen juga sama beliau. Ngebahas tentang riya' yang digolongkan sebagai syirik kecil. Mau tahu syirik besar? ketika kita menganggap belajar membuat orang jadi pintar. ketika kita menganggap berobat dapat menyembuhkan. Kalo kata beliau, itu termasuk ke dalam syirik besar, hati-hati...

Sekian intermezzo nya, balik ke cerita saya semula nemeni fariha bobo'. Saking khusuknya ngebuat fariha bobo', malah saya yang ketiduran. Saya kebangun gara-gara sebuah benda mungil yang (masih) gw bilang hape berteriak histeris ngebangunin gw. Hape yang sudah tujuh tahun menemani hari-hari gw dan masih blm bosan selalu setia disisi. Dengan begitu banyak sejarah antara saya dan hape ini selama tujuh tahun bersama, teramat sayang untuk melepas hape ini dan menggantinya dengan hape lain. Mungkin itu yang ada di benak sebagian dari anda. Kenyataanya cukup simpel, saya ga punya duit buat beli hape baru. Saya ga punya anggaran buat ngegantiin hape ini jadi yah mesti kudu dirawat baik-baik dan harus menyingkirkan rasa bosan saya ke hape ini lebih-lebih rasa bosan hape ini ke saya hehehehe... setelah gw bangun gw liat fariha malah senyum2 ngegemesin dengan menampakkan gigi mungilnya masih blm tidur, malah gw yang ketiduran. misi gagal total dan dilanjutkan oleh ummu fariha.

Lekas saya beranjak menuju hape. Di layar terlihat sebuah tulisan 1 message received. penasaran gw tekan tombol show. Gw liat pengirimnya tertulis benu. hmmmm.... sedikit menggoda (halah!!) langsung gw baca isinya. spontan gw menjerit. mata gw terbelalak ga percaya dengan apa yang barusan gw baca. gw kaget! ngantuk gw ilang! gila benu makin serius aja nih! ga nyangka gw. udah lama gw tunggu ini nu. ada debar-debar aneh setelah gw ngebaca isi sms ini. hihihihihii...

"Assalamualaikum... Bub kl u buka fb d komputer.. tlg buat undangan acara futsal jam 4 sore d rajawali futsal hari sabtu ini, thanks yo. ibnu"

Hahahahahahahahahahahahahaha....

oke nu, mission accomplished

So come on dude (without herlino!)


Let's get the ball rollin'!!

Selengkapnya...

03 December 2009

Gw ketemu Zah Rahan!

Seminggu terakhir selepas kepulangan gw ke Palembang keliatannya mata gw sedikit mudah menangkap keterkenalan. Menjelang Idul Adha gw pulang ke Palembang. Oh iya, gw kasih tau dulu nih, kepulangan gw ke Palembang selain dalam rangka Idul Adha dan menemui keluarga, juga untuk memeluk anggota baru dalam keluarga besar kami. Siapa lagi kalo bukan MUHAMMAD FAAIZ BIN MAHBUB UL HAQ yang lahir tanggal 26 Oktober 2009 jam 22.45 WIB. Alhamdulillah semuanya lancar dan sehat. Alhamdulillah. Waktu ada berita di media televisi mengenai bayi yang bentuk telinganya membentuk lafdzul jalalah, kakak ipar gw penasaran dan melihat ke telinganya faaiz. ternyata bentuk telinga faaiz juga membentuk lafdzul jalalah. Cuma kakak ipar gw bilang kalo hal ini jangan sampai di ekspos ke media karena seisi rumah bakal kerepotan. Satu yang dapat ditarik kesimpulan mengenai hal ini bahwa sama halnya seperti gw, ternyata kakak ipar gw "besak kelakar jugo" hahahahahahaha.... Sedikit aja ceritanya karena sama seperti gw, faaiz keliatannya juga ga terlalu suka publisitas wakakaakkakaka...

Tibalah saat gw berangkat kembali ke Malang. Awalnya gw mau berangkat hari minggu tapi karena berbarengan dengan arus balik akhirnya gw berangkat hari senin karena ga dapat tiket pesawat. Gw pulang naik pesawat dan transit di Jakarta. Saat gw berada di depan lorong pesawat Palembang-Jakarta, seperti ga percaya gw ngeliat Zah Rahan! sedang duduk pada baris ke empat sebelah kiri ditengah diapit oleh dua orang yang gw ga peduli siapa. Gw perhatiin bener2 ini Zah Rahan bukan ya? Setelah yakin Gw terus berpikir apa yang akan gw lakukan di hadapan salah satu playmaker terbaik Indonesian Super League saat ini. Begitu gw dah sampai di lorong yang berdekatan dengan Zah Rahan, sontak tanpa Assalamualaikum gw sodorin tangan gw. Gw cuma nyodorin tangan mengajak berjabat tangan tanpa bisa berucap sepatah kata pun. Gila man! ini Zah Rahan bro! Disini waktu terasa berjalan lambat banget, keringat menetes, dua orang yang duduk di samping Zah Rahan udah mesem mesem aja, orang-orang dibelakang gw udah ngedumel aja (ah bego amat!), dan akhirnya Zah Rahan tersenyum serta menjabat tangan gw dengan erat. Wow! Itu momen terbaik yang gw alami sebagai penyuka olahraga ini. berjabat tangan dengan pemain sepakbola, berposisi sebagai playmaker, nyawa permainan. Luar biasa! Setelah gw sampe ke tempat duduk gw, gw masih ngeliat2 ke tempat duduknya Zah tadi. Lalu gw berfikir, tadi Zah Rahan atau Andre Hehanusa ya? (gubrakkk).

Yang kedua saat naik pesawat Jakarta-Malang, gw ngeliat Tamara Melezensekay itu tuh. Ah kalo dia sih bodo amat mau duduk disamping gw juga gw ga peduli. Mending gw tidur. Yang kaya gini sih banyak. Kalo Zah Rahan kan cuma satu-satunya.

Yang ketiga pas dikampus ada acara. Mata kuliah ASP selesai jam 12, masuk lagi jam 1. karena masih ada waktu, temen gw dimas ngajakin gw kesana ;
Dimas : Eh nonton Jikun yok
Gw : Ngapain jauh- jauh nih (sambil nunjuk leher gw)
Dimas : Bukan Jakun bodo,,, Jikun!
Gw : Oh....

Jadilah gw, dimas, bejo nonton tuh Jikun aksi. Gw serasa balik ke jaman-jaman gw kuliah dulu (lah lu sekarang ngapain?). Gw nonton soundrenalin bareng hadi bjt dan radi bjt. menikmati Naif sampe ke Iwan Fals. Momen yang luar biasa. Karena masih terhanyut dengan irama Iwan Fals kita ga sadar kalo udah jam 1 malem. Mau pulang udah ga ada metromini. Mau naik taksi ga ada duit yah mahasiswa modal nekat hahahahaha... Jadilah kita jalan kaki dari PRJ ke senen. dan akhirnya nginep di pos polisi senen nungguin pagi. ternyata polisi yang jaga juga orang palembang kaya kita cuma bedanya dia ga nonton soundrenalin hihihi...

Selengkapnya...

15 October 2009

katek dak katek samo bae

Bapet : "Katek" itu apa artinya pong?
gw : ga ada
Bapet : Kalo "dak katek"...?
gw : ga ada
Bapet : ???????!!!!!


Secara etimologi, "katek" (diucapkan dengan pengucapan "te" dalam kata "pejabat teras" bukan "te" dengan pengucapan "telur" dan "k" akhir dengan pengucapan "kate'") didefinisikan sebagai suatu kondisi atau keadaan kosong tanpa adanya hal atau benda, baik yang berwujud maupun abstrak. Namun kata "katek" memiliki keunikan tersendiri dimana jika diberi penambahan kata "tidak" didepan kata "katek" maka artinya akan tetap sama. Hal ini dapat dijelaskan dengan persamaan ;

tidak + katek = katek (kata "tidak" diabaikan).

Akan saya contohkan secara sekilas dengan dua buah dialog yang menggambarkan penggunaan kosa kata katek/dak katek.

Dialog 1
Melati (bukan nama sebenarnya) : "Ado wong dak di jeru?"
Melata (juga bukan nama sebenarnya) : "katek".
Dialog 2
Wakpet : "Ado rewang dak nak ngancap ke bkb?"
Wakya : "dak katek wak". 

Dua dialog diatas dapat dengan sempurna menggambarkan kesamaan arti dalam penggunaan kosa kata "katek" dan "dak katek". Pada dialog pertama, Melati menanyakan kepada saudara kembarnya apakah ada orang dirumah. Maka Melata saudara kembar yang lebih tua 2 tahun menjawab "katek" karena memang dirumah sedang ga ada orang. Pada dialog kedua, Wakpet menanyakan kepada Wakya apakah memiliki teman untuk diajak pergi ke BKB. maka Wakya pun menjawab "dak katek" karena memang tidak memiliki teman pergi kesana.

Penggunaan kata "dak" atau "tidak" didepan kata "katek" bukanlah sebagai penambahan kosakata baru. Berbeda dengan kosakata lain yang jika ditambahkan kata "tidak" maka akan memiliki makna sebagai lawan kata sebelumnya, pada kosakata "katek", penambahan kata "tidak" didepannya hanya mempertegas kata "katek" itu sendiri. Padanannya dalam bahasa Inggris mungkin adalah "my own self". kata "own" mempertegas kata "my self" sehingga "my self" dan "my own self" memiliki arti yang sama. Karena "katek" sudah bermakna negatif dan "tidak/dak" pun bermakna negatif maka penjumlahan dua negatif akan tetap menghasilkan bilangan negatif seberapapun besar bilangannya sehingga kata "katek" dan "dak katek" yang keduanya merupakan kutub negatif memiliki definisi yang sama.

Saya jadi bertanya-tanya apakah daerah lain memiliki kosakata unik seperti ini? ah ga jadi soal, asal jangan "ado dak katek samo bae".

Selengkapnya...

10 October 2009

Akuntansi Tanpa Adaptasi.

Telah satu bulan lebih sedikit gw berada disini. disini di malang maksud gw. mencoba meremajakan sel-sel kelabu. Alhamdulillah. Syukur gw panjatkan kepada Allah Robbul Alamin. Gw dikasih kesempatan untuk kembali merasakan suasana perkuliahan. Mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk. dan yang terpenting adalah merasakan kembali ketakutan akan IPK yang dulu pernah gw alami (kalian taulah maksud gw, hahahahahahaha...).

Menjalani lagi perkuliahan setelah kurang lebih 4 tahun di dunia kerja sedikit membuat gw kerepotan. Terlebih lagi dunia akuntansi, dunia tersendiri yang dari dulu coba gw hindari. Ada semacam aura kegelapan yang menyelubungi akuntansi sehingga bahkan untuk sekedar mendekat pun gw takut. Namun demi tugas negara yang telah gw emban, demi negara, insya Allah.

Boleh dikatakan kalo gw tersesat di akuntansi. Pada saat pilihan jurusan, ada tiga jurusan yang dipilih yaitu Ilmu Komputer, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan. Berkaca pada tahun sebelumnya, gw tidak akan mau lagi memilih jurusan ilmu komputer. Untuk memilih Ekonomi Pembangunan akan terasa jauh dari Palembang-Malang. Maka gw memutuskan untuk mencoba peruntungan di manajemen yang dalam otak gw pada saat itu adalah di UGM. sedikit lebih dekat ke Palembang. Paling ga gw bakal punya temen pulang ke Palembang sama Rizqy (kalo lulus...).

Pada saat pengumuman, Alhamdulillah untuk ketiga kalinya gw berhasil melewati rintangan pertama. Kata orang, keberuntungan itu ga datang dua kali, namun Alhamdulillah Allah ngasih gw 3 kali kesempatan setelah pada dua kesempatan sebelumnya gw gagal. Secara akademis, gw ga pinter, itu jelas. Mungkin gw menang di dzikir kali ya?. soalnya gw perhatiin banyak jama'ah habis solat jarang ada yang dzikir/do'a. apalagi dzikir dan do'a berjama'ah. makanya mungkin gw menang disitu. kan kalo yang amin lebih dari 40 orang katanya doa'nya makbul, hahahahahaha....

Oke fokus!

Jadi begitu udah di Malang dan mengikuti sesi wawancara, Bapak Syaiful Islam yang pada saat itu masih di pengembangan mengatakan bahwa ada perubahan rencana untuk jurusan manajemen. Awalnya untuk jurusan manajemen, rencana pertama adalah di UGM seperti tahun sebelumnya. Namun untuk tahun 2009 ini ternyata UGM tidak lagi membuka jalur khusus untuk pendidikan strata 1. Akhirnya pengembangan mencoba menghubungi UI. Jalan ini pun kembali menemui kegagalan karena UI mau menerima kita namun untuk kelas malam. Bagian Pengembangan agak sedikit keberatan dengan rencana kuliah malam karena pada saat nanti telah menjalani perkuliahan maka kami hanya fokus di perkuliahan tanpa harus merisaukan pekerjaan kantor. Jadi, di siang hari jadwal kami akan kosong. Dalam masa pencarian, akhirnya tercapai kesepakatan dengan Universitas Brawijaya Malang untuk menampung kami. Namun bukan ke jurusan Manajemen tapi ke jurusan Akuntansi dengan pengarahan ke Manajemen Sistem Akuntansi Publik. Beginilah ceritanya hingga akhirnya kita tercebur ke dunia akuntansi.

Awal perkuliahan dan sampe sekarang adalah masa-masa sulit buat gw. gimana ngga', pada semester ini gw disuruh menelan bulat-bulat praktik-praktik akuntansi. duet maut, cost dan Intermediate Accounting. Bagai kiper yang harus menghadapi sengatan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Belum lagi sang playmaker Kaka yang berwujud manajemen keuangan dan pelajaran-pelajaran lain. Seperti menghadapi barisan tim sepakbola terbaik dunia. Tidak ada persiapan gw dalam menghadapi mereka. Seandainya gw dianugerahi kecemerlangan otak di bidang akademis, gw yakin ini ga akan terlalu menjadi masalah buat gw. Namun sayangnya,,,, (ah... ga tega buat gw lanjutin).

Namun tetap gw bersyukur. Kesempatan seperti ini adalah anugerah buat gw. meski umur yang udah seperempat abad. dengan uban yang mulai (baca : telah, red) tumbuh. berjalan beriringan dengan sepasukan anak-anak muda yang beda 6-7 tahun dengan gw.

Gw cuma perlu berusaha lebih keras, belajar lebih giat. dan tentu saja senjata utama gw, do'a. tidak ada yang mampu mengalahkan do'a.

Dan pada akhirnya hanya Allah jua.

Selengkapnya...

31 May 2009

Jatuh Hukum Haram Atas Facebook : Mencoba Melihat dari Sudut Pandang yang Berbeda

Beberapa hari terakhir beragam media baik cetak maupun elektronik selalu mengangkat facebook sebagai topik utamanya. Hal ini terkait dengan keluarnya fatwa haram dari Bhatsul Masail XI Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri Se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-Aat Lirboyo, Kediri, 20-21 Mei lalu. Fatwa tersebut langsung memberikan respon yang tidak sedikit dari berbagai kalangan. Banyak yang sependapat namun tidak sedikit juga yang tidak setuju.

Layaknya seorang Cristiano Ronaldo, Facebook memang telah menjadi sebuah fenomena. Sejak kemunculannya sampai sekarang konon telah lebih dari 200 juta pengguna facebook diseluruh dunia dengan nilai kapitalisasi saham bisa mencapai US$15 miliar!. Hal ini telah menjadikan Mark Zuckerberg sebagai miliarder termuda dalam sejarah.

Kembali ke wacana awal yang ingin dibicarakan, pengharaman facebook bermula dari keprihatinan para ulama melihat begitu banyaknya maksiat yang terjadi diseputar jejaring facebook ini. Perselingkuhan dan perzinahan kerap berawal melalui media facebook. Belum lagi kasus-kasus pencurian identitas yang banyak terjadi. Dengan niat melindungi umat dari efek-efek negative itu maka keluarlah fatwa pengharaman facebook. Ulasan lengkap bisa dilihat disini.

Satu hal yang menjadi permasalahan di negeri kita adalah begitu mudahnya orang menelan mentah-mentah informasi yang ada. Dengan era teknologi sekarang, informasi bukan merupakan barang langka yang sulit didapat. Andai Sherlock Holmes hidup di zaman sekarang, niscaya dia tidak akan menggunakan kaca pembesar hanya untuk mendapat secuil informasi. Semua ada di monitor kecil dengan bantuan berbagai search engine.

Bukan Facebook yang diharamkan tapi penggunaan facebook yang tidak sesuai norma syariat yang diharamkan. Penggunaaan facebook yang berlebihan terutama untuk muda-mudi memadu kasih dengan kata-kata yang tak senonoh, itu yang diharamkan. Tua-tui yang menggunakan facebook sebagai media perselingkuhan, itu yang diharamkan. Pegawai yang terjun ke dunia facebook dengan melupakan pekerjaan serta tupoksinya, itu yang diharamkan. Jangankan facebook, bahkan sarana-sarana lain yang digunakan bertentangan dengan syariat maka hukumnya pun berubah jadi haram. Pisau yang seharusnya digunakan untuk memotong sayur digunakan untuk nujah, maka hukum penggunaan pisau menjadi haram. Lem perekat yang bermanfaat digunakan untuk mabok maka penggunaannya pun menjadi haram.

Begitupun benda halal yang didapat dengan jalan haram pun akan jatuh hukum haram. Kendaraan yang dibeli dari hasil uang SPPD fiktif maka hukumnya menjadi haram. Tidur diranjang dengan uang hasil korupsi pun tidak akan sepulas tidur dilantai dengan alas seadanya rizqi Allah hasil keringat sendiri.

Kita harus memberikan apresiasi kepada ulama yang telah memberikan perhatian kepada kita agar tidak keluar dari pemanfaatan facebook secara positif. Bukan malah mencaci mereka dengan kata-kata yang tidak pantas disematkan kepada ulama. Kita harus sadar, ulama adalah pewaris para nabi. Tanpa ulama yang telah mencurahkan segenap hati dan pikirannya untuk umat, kita hanyalah seonggok daging bodoh berjalan dibumi. Balik ke masa jahiliyyah tanpa ada kaidah-kaidah moral dalam tatanan masyarakat.

Saya jauh lebih tertarik ngeblog dibanding facebook, namun ada kala ketika otak penuh dengan hal-hal monoton ide menjadi kosong dan perlu disegarkan. Salah satu cara adalah berkomunikasi dengan karakter lain dengan berbagai macam pemikiran. Masalah religius, politik, keluarga, sampai ke hal-hal yang terlihat tidak penting dapat memberikan ide segar di benak kita. Namun secara fisik kita memiliki keterbatasan untuk bisa berkomunikasi dengan berbagai karakter tadi. Dan salah satu jalan keluarnya adalah dengan memanfaatkan facebook. Silahkan berfacebook tapi dengan koridor syariat. Ada batasan-batasan yang tidak boleh dilewati bagi kita yang mengaku muslim. Sehingga pada akhirnya pemanfaatan teknologi pada umumnya dan facebook pada khususnya akan memberikan dampak-dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta beragama.

Merdeka!!!
Selengkapnya...

28 May 2009

Menyikapi Kekalahan Manchester United : MU Butuh Hargreaves

Final Liga Champions musim 2008/2009 berakhir dengan kekalahan Manchester United 0-2 di tangan Barca. Ada satu persamaan MU sekarang dengan MU 2 tahun lalu saat takluk di semifinal kontra AC MIlan. Ketiadaan holding midfielder. Ketika dulu gw menganalisis kekalahan MU di Friendster Blog (sialnya fs blog gw ilang), penyebab rapuhnya lini belakang MU adalah rusaknya lini tengah karena kurangnya keseimbangan. Keseimbangan yang biasanya tercipta berkat adanya pekerja kotor lini tengah. Posisi yang dengan sempurna pernah diisi oleh seorang legenda Manchester United, Roy Maurice Keane. Memang masih ada Michael Carrick yang bisa berperan sebagai jangkar, namun Carrick lebih cocok ditugaskan sebagai midfielder murni bukan defensive midfielder.

Harus diakui bahwa lini serang Barcelona memang menakutkan. Samuel Eto'o yang pernah menjadi pemain terbaik Afrika. Titi Henry yang pernah melegenda bersama Arsenal dan tentu saja bocah kecil nan ajaib Lionel Messi. Belum lagi ditambah pelayanan prima dari Xavi dan Iniesta. Barcelona memang mengerikan. Namun kengerian itu seharusnya dapat diminimalisir oleh adanya seorang holding midfielder murni. Hal yang tak terlihat ada pada Manchester United.

Pun ketika menjadi juara Liga Champions musim 2007/2008. Manchester United memiliki seorang gelandang pekerja keras dalam wujud Owen Hargreaves. Ia yang sepanjang pertandingan bekerja keras memberikan keseimbangan pada lini tengah sebelum lawan mengetuk pintu pertahanan. Hal ini dapat memudahkan kerja duo center back dalam menghajar penyerang yang mencoba menyusup ke lini pertahanan.

MU Memang dapat menutupi kekurangan tersebut dengan sengatan-sengatan tajam Ronaldo-Rooney namun ketika menghadapi tim yang berkelas, MU jelas keteteran. MU cukup beruntung masuk ke final karena lawan yang dihadapi memang ecek-ecek. Hanya sekedar Inter, Porto dan Arsenal. Tim-tim yang memang kurang memiliki sejarah indah. Ferguson seharusnya bisa melihat kelemahan ini ketika Manchester United ditampar Liverpool 4-1 di kandang sendiri. Namun kakek ini terlalu percaya diri menghadapi pelatih yang memang masih bau kencur. Dia mungkin lupa bahwa Barcelona memiliki sejarah dibelakangnya dan pelatih bau kencur ini adalah bagian dari sejarah indah Barcelona jauh sebelum dirinya sendiri menjadi pelatih, Joseph Guardiola.

Ketika Hargreaves cedera dan dipastikan absen hingga akhir musim, Ferguson seharusnya sudah mulai mencari pengganti yang tepat untuk menambal posisi Hargreaves. Masih ada Darren Fletcher namun layaknya Carrick, Fletcer juga bukan seorang pekerja kotor. Ia adalah seorang midfielder murni.

Apapun itu, semua telah berakhir. Manchester United menelan kekalahan pertamanya di Liga Champions musim ini justru disaat mereka tidak diizinkan untuk kalah, partai puncak Liga Champions. Selamat buat Barcelona dan buat Manchester United, ayo kita berburu the next Michael Essien.

Selengkapnya...

28 April 2009

The Gorengan Effect

Gorengan merupakan salah satu cemilan yang cukup diminati oleh siapa saja dan kapan saja. Umumnya gorengan dijual kapan saja, khusus di Sintang gorengan bisa ditemui sekitar sore hari sampai malam hari bersama-sama dengan apam (martabak kalo di Palembang). Banyak jenis dari gorengan. Ada pisang goreng, pisang molen, tahu isi atau lebih dikenal dengan tahu bunting di Palembang, onde-onde, ubi, tempe, dan lain sebagainya. Dari berbagai macam gorengan itu, satu yang jadi favorit gw adalah tahu bunting(tahu isi). Mungkin karena namanya yang sedikit vulgar atau entahlah, yang pasti kalo ada gorengan yang pertama kali gw liat pasti tahu bunting dengan ditemani cabe rawit, mantafff...

Namun bagi penggemar gorengan harus sedikit berhati-hati dalam membeli gorengan. Tips dalam membeli gorengan yaitu perhatikan dulu apakah penjualnya mau memakan gorengan yang dijualnya. Paksa bila perlu. Kalo dia ga mau memakannya maka kita harus berpikir ulang untuk membelinya. Atau suruh intel untuk memantau gorengan di penjual gorengan yang akan kita beli.

Banyak efek negatif disebabkan oleh gorengan. Salah satunya terjadi di gw. Malam itu, gw sekeluarga berniat untuk makan nasi goreng di warung mas gepeng. Setelah sampai disana, rencana tidak berjalan mulus karena fariha kebangun dan mulai rewel. Akhirnya rencana makan di warung mas gepeng batal. Gw tetep makan disana sedang bini lebih milih untuk membungkus makanannya trus dimakan dirumah. Selayaknya istri yang sedang hamil (lagi??!!!) lumrah rasanya kalo bini gw ngidam. Gw harus bersyukur karena kalo lagi hamil, bini gw ngidamnya ga jauh-jauh dari gorengan dan bakso. Prihatin juga kali ngeliat kondisi keuangan suaminya hehehe... sabar ya mi... gorengan yang dipilihnya adalah onde-onde. Kemarin bini gw sempat minta beliin iwak tempalo, tapi karena takut ikannya ga keurus dan mati begitu saja akhirnya diurungkanlah niat membeli iwak tempalo. (ffpiuh...)

Tanpa ada firasat apapun, gw pulang ke rumah setelah menyelesaikan transaksi dengan si abang penjual gorengan. Di jalan fariha masih rewel dalam gendongan bini gw. Singkat cerita sampailah gw didepan rumah. Ketika gw mengambil bungkusan nasi goreng, jatuhlah satu bungkusan lagi dan masih tersangkut di pijakan motornya pak Margo. Bini gw langsung menatap penuh amarah. Gw bahkan ga inget apa yang gw jatuhin. Bini gw berusaha memberi tahu namun karena gw masih memakai helm maka suara bini gw yang halus dan merdu terdengar seperti suara settingan frekwensi radio yang belum pas, sssskkkkk....ssskkkkkk... Karena penasaran akhirnya gw angkatlah tuh kantong kresek hitam. Bodohnya yang gw pegang adalah bagian bawah dari kantong kresek itu. Tak ayal onde-onde yang telah dibeli tadi jatuh bergelimpangan. Akhirnya rasa penasaran gw terjawab, oh onde-onde... namun ketika gw berpaling ke wajah bini gw, gw sadar gw baru saja melakukan sesuatu hal yang akan gw pastiin ga akan terulang lagi seumur hidup gw.

Tatapan mata itu, ada kemarahan disana, dendam yang tak pernah terlihat sebelumnya. Berusaha menetralkan suasana, gw bilang ke bini gw, "oh ruponyo onde-onde tadi umi..." sedetik gw baru sadar kalo perkataan gw makin menambah emosinya. mulutnya terkunci rapat, dan dia langsung duduk ngambek didepan pintu rumah yang bahkan belum terbuka.

Setengah mati gw nahan ketawa ngeliat polah bini gw. Gimana engga', orang cuma gorengan jatuh dan itu pun tidak di sengaja, marahnya bisa seperti itu. Namun gw sadar kalo masalah bisa jadi tambah runyam kalo gw salah bertindak. Alih-alih ketawa, gw sengaja berakting menunjukkan muka penuh penyesalan. Disinilah teori ngegombal gw praktekkan. Yah ngegombal kebini itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan tentu saja berpahala. Akhirnya setelah jurus ke 99 hati bini gw luluh juga.

Gw cuma bisa berucap Alhamdulillah, karena kalo ga ati-ati, gw nyaris puasa sebulan!!!

Selengkapnya...

16 April 2009

ngePESin deBUK

Akhirnya gw ikutan juga. Atas permintaan pemirsa setia. gw masuk juga ke situs jejaring pesbuk. Hareee geneeee.... dah dulu deh. gw mo liat2 pesbuk dulu. mudah2an ga kecanduan.
Selengkapnya...

15 April 2009

Ada Surga di Stamford Bridge

Kita masih belum bisa memastikan apakah di surga ada sepak bola, namun yang jelas gw baru saja menjadi saksi salah satu keindahan surga terhampar di lapangan sepakbola Stamford Bridge saat menyaksikan pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Chelsea vs Liverpool.

Skor akhir 4-4 hanya sekedar representasi bagaimana dahsyatnya duel kedua tim sepanjang laga. Skill yang memikat, insting mencetak gol, ketepatan membaca permainan, sampai kejeniusan pelatih tersaji disini. Tidak ada yang kalah. Hanya keberuntungan di leg 1 yang memastikan langkah Chelsea ke perempatfinal.

Turun tanpa kedua kapten tim masing-masing ternyata tidak mengurangi intensitas serangan kedua tim. Dua gol yang dicetak oleh Fabio Aurelio dan penalti Xabi Alonso di babak pertama sempat membuat Guus Hiddink ketar ketir. Bagaimana tidak, Chelsea tidak berhasil mengkreasikan peluang berarti di babak pertama ini. Statistik mencatat penguasaan bola Chelsea hanya 41% berbanding dengan Liverpool yang menguasai 59%.

Entah apa yang dikatakan Guus Hiddink untuk memotivasi anak asuhnya, namun di babak kedua yang terjadi adalah surga. Satu gol sensasional membuktikan naluri seorang Didier Drogba. Lalu kemudian tendangan keras Alex menghujam gawang Reina. 2-2. Lalu disusul sebuah gol dari Lampard seperti akan membunuh Liverpool.

Ternyata drama tidak berhenti sampai disitu. Sepasang gol kembali dihadirkan Liverpool lewat Lucas dan Kuyt. Liverpool hanya butuh satu gol lagi untuk lolos. Namun disinilah letak perbedaan Liverpool dan Chelsea. Sehebat apapun tim, mereka harus memiliki seorang pemain yang menjadi nyawa tim. Di Stamford Bridge, kehilangan Gerrard adalah neraka bagi Liverpool. Tapi Chelsea tidak kehilangan itu seutuhnya. John Terry merupakan tembok pertahanan sekaligus Kapten Chelsea. Kehilangan John Terry berarti kehilangan batu karang keras untuk menahan gempuran Liverpool. terbukti dengan 4 gol yang bersarang di gawang Cech. Tapi di Chelsea, nyawa tim adalah Frank Lampard bukan John Terry. Di Chelsea menumpuk pemain tengah dengan kualitas world class. sebut saja Deco, Ballack, atau bahkan Essien tapi peran Lampard takkan tergantikan. Sejelek apapun permainannnya, Lampard adalah nyawa, Lampard adalah ruh, bahkan Lampard adalah Chelsea itu sendiri, dan Guus Hiddink sadar benar itu. Satu gol akhir yang dibuat Frank Lampard menutup pertandingan sekaligus menyadarkan Liverpool untuk kembali melihat kenyataan. Gol tersebut juga mengejawantahkan Lampard sebagai nyawa Chelsea.

Skor akhir 4-4 dengan agregat 7-5 membawa Chelsea menghempaskan Liverpool.

Ini adalah salah satu partai terbaik atau bahkan yang terbaik tahun ini. Gw, Bapet, dan Paijo, serta 1 orang figuran (sori pet, gw lupa nama temen lo) beruntung menikmati pertandingan ini. Tidak ada yang kalah disini. Pertandingan yang menarik selalu menghadirkan pemenang tapi bukan Chelsea atau Liverpool melainkan sepakbola itu sendiri.

Selengkapnya...

24 February 2009

Saat Koboi harus menghadapi Sherrif : Preview Pertandingan Inter vs MU

Liga Champions tahun ini akan menghadirkan sajian menarik dan berkelas. Terutama pada dua pertandingan yang mempertemukan 2 tim dengan kelas yang ditakdirkan untuk menjadi juara. Liverpool vs Real Madrid dan tentu saja Manchester United vs Inter Milan.

Hanya membicarakan pertemuan Inter Milan vs Manchester United akan terasa hambar sehambar sayur kurang terasi karena sudah jelas MU lah yang akan keluar sebagai pemenang namun yang menjadikan partai ini susah ditebak adalah Jose Mourinho sebagai otak yang membuat Inter Milan terlalu berbahaya untuk sekedar diberikan peluang

Masih ingat dalam ingatan ketika Manchester United yang bestatus unggulan berhasil dipecundangi tim yang sama sekali tidak diunggulkan di perempatfinal Liga Champion 2003/2004. Ketika jari tengah Jose Mourinho mengacung ke supporter Manchester United yang masih tidak bisa menerima kegagalan di tangan tim semenjana. Sejarah kemudian mencatat bahwa tim semenjana itu akhirnya menjadi juara Liga Champions 2003/2004 dengan Jose Mourinho dibelakangnya, FC Porto.

Jose Mourinho adalah satu dari sedikit pelatih berkapasitas world class di jagad persepakbolaan dunia. Mungkin hanya Sir Alex Ferguson pelatih yang kualitasnya sedikit lebih baik dibanding Jose Mourinho itupun karena pengalaman yang dimiliki Sir Alex. Lebih dari itu, tidak ada yang bisa menebak mana yang lebih unggul antara Sir Alex vs Mourinho.

Jose Mourinho adalah seorang motivator. Pembangkit semangat dengan cara-cara yang hanya bisa kita temukan pada pilem-pilem holiwut. Masih membekas saat itu ketika Chelsea tidak mampu meraih kemenangan saat pertandingan liga terakhir musim 2006/2007 dan gelar juara akhirnya diraih Manchester United. Ketika para pemain tak dapat menutupi kesedihan. John Terry sebagai kapten tertunduk lesu dan kecewa kehabisan napas, gagal menghadirkan kemenangan. Disaat pemain seharusnya mengutuk ketidak mampuan mereka meraih keunggulan atas lawan. Disaat seharusnya supporter menangisi kegagalan pemain didepan mereka. Tapi apa yang terjadi?? Sekonyong-konyong Jose Mourinho masuk ke lapangan menepuk pundak Terry, memberikan semangat. Mendatangi seluruh pemain Chelsea di lapangan. Membesarkan hati. Lalu datang ke bangku penonton, memberikan bahasa tubuh dengan menunjuk-nunjuk pemain dan memberikan tepuk tangan. Mengajak penonton untuk meng-apresiasi apa yang telah pemain lakukan demi mereka para suporter. Dan ajaib ribuan penonton yang memadati Stamford bridge seperti tersihir. Bunyi tepuk tangan mulai terdengar sedikit, lalu sedikit, dan akhirnya membahana di seisi stadion. Terlihat supporter begitu bangga dengan apa yang telah pemain lakukan. Bahkan tidak sedikit yang mengangguk-anggukkan kepala sembari bertepuk tangan sekeras mungkin. Seakan berfikir bahwa inilah yang seharusnya mereka lakukan. Bahwa ini bukanlah akhir segalanya. Bahwa masih ada kebanggaan yang dapat mereka temukan pada pemain mereka. Dan begitu pun pemain. Mereka yang semula tertunduk lesu kembali menegakkan kepala. Bahwa ini bukanlah kegagalan. Bahwa ini hanyalah sukses yang tertunda. Bahwa mereka, meski telah berjuang hebat namun tetap harus berusaha lebih keras untuk menjadi yang terbaik. Dan hanya satu orang yang mampu menyadarkan mereka akan hal itu. Satu orang yang terlihat berdiri begitu puas memandangi atmosfer Stamford bridge. Satu orang Jose Mario dos Santos Mourinho Felix.

Keberadaan Mourinho selama 3 musim setengah membesut Chelsea memberikan suasana baru di premiership. 2 kali Jose mengangkangi Fergie dengan merajai premiership berturut-turut. Komentar-komentar yang jenius tanpa mengindahkan kaidah rasa alias pedas ditelinga sering terdengar oleh lawan Mourinho tanpa tedeng aling-aling.

Arogansi yang sering diperlihatkan justru menjadikan Mourinho semakin percaya diri akan kemampuannya. Seorang hebat yang sadar betul akan kehebatannya. Dan itu adalah suatu tanda bahaya bagi lawan. Karena sumber utama kehebatan adalah bakat serta arogansi (baca : kepercayaan diri). Dan Mourinho (layaknya Cristiano Ronalo yang menjadi pemain terbaik eropa) memiliki keduanya.

Dan kembali takdir mempertemukan Mourinho dengan Sir Alex Ferguson. Sir Alex Ferguson bukan hanya seorang manajer Manchester United. Dalam 2 dekade terakhir, dia adalah Manchester United itu sendiri. Seorang dedengkot para setan Old Trafford. Ditangan Ferguson, permainan menyerang bukanlah sekedar taktik, melainkan sebuah melodi kematian yang harus selalu dimainkan. Ibarat sebuah orkestra besar. Ketika masing-masing pemain memainkan nada, dengan Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney yang dibiarkan berkreasi memainkan melodi. Dan Sir Alex sendiri yang menjadi dirigen pertunjukan. Memadukan nada menjadi sebuah melodi dari sarang kegelapan pada sebuah panggung impian, the theatre of dreams.

Ketika Jose Mourinho datang ke Inggris, satu perkataan sensasional yang terus diingat ketika dia berbicara kepada jurnalis :

“Please don’t call me arrogant, but I’m European Champion and I think I’m a special one.”

Sebuah arogansi dengan pengakuan kehebatan dan kepercayaan diri tinggi dari seorang Jose Mourinho. Dan ketika Jose Mourinho mulai meraih gelar demi gelar bersama Chelsea, maka Sir Alex pun berkomentar mengenai Jose Mourinho :

“I think he sees himself as the young gunslinger who has come into town to challenge the sheriff who has been around a while.”

Menarik ditunggu kelanjutan cerita pertarungan Koboi sekelas Jose Mourinho dengan Sheriff penguasa Sir Alex Ferguson. Dan kita hanya bisa berharap kedahsyatan duel ini sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi dilapangan sehingga pada akhirnya bukan MU atau Inter yang pada akhirnya menang melainkan sepakbola itu sendiri.

Selengkapnya...

23 February 2009

Sebuah Apresiasi Tinggi untuk TVOne

Gw pengen nulis ini dah lama cuma baru sekarang kesampaian pas bertepatan dengan setahun usia TVOne. Ini merupakan opini pribadi gw tanpa embel2 apapun dalam artian pendapat gw bukan merupakan desakan dari subjek2 tertentu, hanya merupakan panggilan hati nurani gw bahwa inilah tipi yang dapat dijadikan sumber informasi dengan sudut pandang non-kapitalis.

Masih inget lativi? tipi yang menurut gw sangat lekat dengan unsur pornografi. dulu pas kuliah acara-acara lativi sering dijadikan bahan "diskusi" ilegal gw sama temen-temen. Bahkan gw sempat underestimate sama pergantian nama lativi menjadi TVOne. "Ah paling acaranya juga masih sama kaya dulu". Bahkan ketika gw ngabaca FS temen gw Yuyun Choiriyah trus disana dia bilang kalo dia bakal jadi jurnalis TVOne, gw cuma mikir,"ni anak ngapain...?". Dengan talenta yang dia miliki kok kerjanya di lativi (karena waktu itu gw belum terbiasa ngucapin TVOne).

Satu yang menjadi titik balik penilaian gw adalah ketika terjadi rusuh antar FPI versus Ahmadiyyah (AKKBB). Gw yang biasa nonton metrotv, sedikit terganggu dengan pemberitaan yang menurut gw sangat menyudutkan FPI. tidak ada keadilan di metrotv. Tipi apa ini??? Ahmadiyyah yang jelas-jelas sesat dan menyesatkan umat digambarkan sebagai mereka yang perlu dibela. INI JELAS SALAH! penggiringan opini publik untuk membenci FPI dan Habib Rizieq Shihab. Setelah itu gw sadar bahwa media informasi sudah diintervensi barat. Atau paling tidak mereka menjunjung akidah barat.

Lalu ketika gw mulai mencari-cari channel tipi yang menyiarkan berita laen (paling ga gw ga mau ngeliat berita FPI disudutkan) gw sampe ke channel TVOne. Dan gw ngerasa apa yang diberitakan TVOne lebih netral dibanding tipi lain. Mereka undang orang-orang yang benar-benar kompeten untuk menjawab permasalahan Ahmadiyyah. Mereka ajak Ahmadiyyah (AKKBB) untuk melakukan diskusi/debat debgan FPI/MUI.

Belum lagi setiap ada permasalahan yang akan didiskusikan, tidak jarang TVOne mengundang perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia. Ini sangat penting agar umat islam yang awam seperti saya tau koridor-koridor yang tidak boleh dilewati batasnya oleh umat islam.

Terakhir dan yang merupakan prestasi tertinggi TVOne sampai saat ini adalah ketika TVOne menjalin kerjasama dengan Al-Jazeera menyiarkan kebiadaban israel (hanya orang bodoh bin goblok yang bilang israel ga biadab). Ketika tipi-tipi lain hanya meyiarkan "seadanya", tvone menyiarkan penuh. hampir tiap hari di TVOne selalu ada pemberitaan mengenai agresi israel. ketika tipi-tipi lain tunduk saat didepan hidungnya ditumpukin dolar, tvone dengan backsound lantang "we will not go down...." trus menyiarkan penderitaan warga palestina. Memberikan pemberitaan kepada bangsa Indonesia bahwa inilah saudara-saudara kita dibelahan sana yang saat ini sangat membutuhkan bantuan moriil dan materiil. Luar bIasa!!

Gw cuma berharap bahwa akan ada lagi tipi-tipi lain yang berani mengikuti jejak TVOne. Bukan tipi yang bisanya hanya meyudutkan umat Islam. Bukan tipi yang terdiam saat hidungnya dicokok dengan dolar amerika. Bukan itu yang kami butuhkan.

Dan untuk saat ini, sesuai dengan logo tvone, gw cuma bisa bilang;

"TVOne memang beda".

Selengkapnya...

06 January 2009

Hanya Seupil

Kan ceritanya gini. Kemaren kan sholat maghrib di mesjid. Mesjidnya tuh ga jauh2 banget cuma kalo kesana pas abis azan pasti dah ketinggalan 1 rakaat. Karena udah keburu telat akhirnya gw pake motor. Pas nyampe disana ya bener dah telat. Tapi untungnya masih dapet masbuk. Lumayan lah daripada munfarid hehehe…



Setelah selesai sholat seperti biasa pulang bareng jamaah. Yang satu jalan sama gw itu pak nur sama pak aziz. Pak aziz rumahnya di depan komplek, paknur tetangga gw di komplek. Seperti biasa gw sama beliau2 ini ngobrolin seputar permasalahan umat (ceile gayanya…) biar pulang sholat ga terasa jauh dah nyampe rumah dengan disambut dua bidadari cantik jelita.




Lagi-lagi seperti biasa gw baca-baca sambil nunggu azan isya sambil becanda sama anak bini gw (becanda sama bini gw tolong diartikan dengan becanda beneran ya bukan yang iya-iya). Begitu azan isya berangkat lah gw ke masjid sampe selesai isya. Dan pulangnya kembali gw ngobrol dengan pak aziz dan pak nur. Selesai.








Ada yang aneh…?







Kalo jawabannya ga ada yang aneh berarti ente sama bodohnya dengan ana hehehe…




Bagi yang tau keanehan cerita gw diatas, kalian benar. Begitu selesai solat magrib, gw pulang ga pake motor alias motor gw ketinggalan!! Sebegitu bodohnya bahkan sampe gw pulang ke rumah gw ga sadar kalo motor gw ketinggalan!! Bahkan ketika gw isya pas nyampe di pelataran masjid dan ngeliat motor gw, benak gw cuma bilang gini “motornya persis motor gw…” baru pas ngeliat plat motornya motor gw, gw mikir lagi. Ini motor gw. Trus gw nginget lagi, tadi ada ga sebelum isya motor gw dirumah. Karena ga bisa ingat dan emang ga meratiin, gw urutin lagi kronologisnya dengan itungan mundur. Begitu sampe ke sebelum maghrib barulah gw sadar kalo gw maghrib tadi ke masjid pake motor!!!




Astaghfirullah…




Tingkat kelupaan gw terhadap hal-hal semacam ini sudah masuk ke taraf mengkhawatirkan. Sudah berapa kali hape gw tergeletak dimana-mana. Untung aja ga ilang. ya iyalaaaa..hhhh orang hapenya model hape taon jebot gitu. Dah uzur banget. Gedean resiko ketangkep daripada keuntungan maling hape gw.




Dan kemudian sontak gw tercenung. Semuanya berawal dari kebiasaan gw. Kebiasaan gw yang jarang pake motor ke masjid. Ada ibroh yang bisa kita ambil disini. Ada hikmah disana. Jangan pernah mengandalkan kebiasaan. Bayangin aja kalo prinsip kebiasaan kita bawa ke kantor. Alamat hancur lah semuanya. Semuanya di nisbatkan dengan kebiasaan.




“Lo nerima uang dari satker?”


“emang dari dulu kaya gitu”


“kan ada slogan no gratifikasi?


“ah dah kebiasaan”




Itu baru dari segi KKN. Yang lebih parah lagi kalo dari sisi aturan. Bekerja dengan mengandalkan kebiasaan. Memang disatu sisi, kebiasaan menjadikan semuanya lebih praktis. Kita ga perlu ngeliat aturan dulu yang kadang emang susah dicari. Namun di sisi lainnya, kita ga tau apakah yang kita lakukan ini bener atau ga secara hukum. Kita Cuma tau kalo kebiasaannya seperti itu dan jadi ga sadar aturan. Dan ga aware sama peubahan. Padahal pekerjaan itu dinamis. Kalo kita ngandelin kebiasaan maka kita akan jalan di tempat. Ga maju. Gimana Bangsa Indonesia bisa maju kalo diisi oleh orang-orang yang mengandalkan kebiasaan???




Itu hanyalah secuil hikmah yang bisa gw ambil dari kejadian akibat gw mengandalkan kebiasaan. No hard feelings. Kalo ada yang masih mengandalkan prinsip kebiasaan hingga ga aware sama perubahan gimana?






“Ah gapapa, itu hanya seupil kebodohan”.
Selengkapnya...

09 November 2008

Selengkapnya...

04 September 2008

Ramadhon Ini Taring Setan Makin Mengerikan...

Judul yang sedikit propokatip ya? Sebetulnya postingan kali ini ga ada kaitannya dengan puasa sedikitpun. Cuma dibilang ga ada kaitannya sama sekali ya ga juga soalnya suasana nya emang lagi bulan Romadhon.

Gw sekedar mengomentari kesuksesan tim sepakbola jagoan gw, ya apalagi kalo bukan si setan dari Manchester (ngambil kalimatnya si buta dari goa hantu), Manchester United. Pada detik-detik transfer akhir premiere league yaitu bulan Romadhon ini, MU berhasil mendatangkan striker bertampang pembunuh bernama Dimitar Berbatov. Tampang nya emang khas tampang daerah eropa bagian sana. Dingin... mematikan... Dan itu bukan cuma tampangnya, permainan Berba di lapangan pun sedingin ekspresi wajahnya dan tentu saja, mematikan. Tipikalnya sedikit sama dengan Nistelrooy dulu namun kalo Nistelrooy terkesan sangar, Berba justru sebaliknya, dingin. Kalo Nistelrooy digambarkan sebagai Jason Voorhees maka Berba diibaratkan sebagai Anthony Hopkins yang memerankan Hannibal Lecter. Sama-sama mematikan namun dengan style yang berbeda. Membayangkan Wayne Rooney si bengal penuh talenta, Carlos "scarface" Tevez muka sangar dengan keindahan permainan Amerika latin, dan tentu saja pemuda jenius yang sadar dengan sepenuhnya bahwa dirinya adalah definisi kehebatan itu sendiri, Cristiano Ronaldo bermain bersama Dimitar Berbatov adalah jaminan kualitas dan gol pada sebuah tim sepakbola. Luar binasa bukan? Kita menyaksikan 4 macam model penyerang dahsyat yang mewakili gaya yang berbeda pada satu tim!! Tidak salah kalo kemudian gw mengatakan bahwa Romadhon ini, taring setan Manchester United makin mengerikan....
Selengkapnya...

19 August 2008

Merah Putih Yang Berkibar di Halaman Rumah Gw

Sedikit aneh saat gw mengibarkan merah putih di halaman rumah dinas yang gw tempati. Selama ini gw ga pernah turun langsung mengibarkan merah putih, dimanapun. Di rumah gw, Sang Jenderal yang mengibarkan. Di kos-kosan, bapak kos gw yang masang. Di kantor juga bukan gw yang sibuk menaikkan. Di sekolah apalagi, dulu pas masih SD suara gw terlalu merdu untuk di sia-siakan jadi kalo ada upacara, gw biasanya ditaroh kalo ga baca UUD 1945 atau baca doa (bilang aja tinggi lo ga kena buat jadi pengibar, titik ).Jadi ketika kemaren gw ngeliat pada tanggal 17 Agustus pagi didepan rumah gw ga ada merah putih yang berkibar kok rasanya aneh. Langsung aja gw nyari bendera ke pasar, ketemu. Trus ngeliat kayu di samping rumah manci ga kepake. Langsung gw ikat bendera dan gw dirikan tiang nya untuk kemudian menyaksikan merah putih yang berkibar di halaman rumah gw.



Dibilang nasionalis sih ga juga. Kalo kata iklan sih, orang punya pandangan berbeda mengenai pengertian nasionalis itu sendiri. Ada yang bilang vokal tapi bertanggung jawab, jujur, dsb. Bahkan gw ga bisa mendefinisikan nasionalis versi gw sendiri selain dari definisi yang ada di buku PSPB. Kadang juga gw masih make bahasa sok inggris. Atau make bahasa Indonesia juga masih belum bisa bener. Jadi kalo ada yang bilang gw nasionalis, tolong definisikan dulu nasionalis.



Trus kenapa repot2 ngibarin bendera? mending tidur, toh kalo ga dipasang juga ga da yang marah. Kalo ada perang mustahil kita ga ikutan misal kayak jaman dulu melawan penjajah.

Kenapa?



Gw cuma menghargai para pahlawan yang meneteskan darah demi terkibarnya merah putih di seluruh nusantara. Dan dari pahlawan-pahlawan itu, gw berani menjamin, banyak ulama-ulama Indonesia yang turun langsung mengorbankan semangat jihad ke medan perang.



Kalo gw mengartikan merah putih itu sendiri seperti saat SD dulu, merah artinya berani dan putih artinya suci dalam artian bahwa kemerdekaan kita diraih dengan tawakal. Merah itu berani menggambarkan kerja keras dan usaha serta putih itu suci menggambarkan jiwa spiritualitas kita dengan doa. Jadi kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan usaha dan doa.



Gw inget dulu pas gw masih magang kan ada upacara bendera pas 17 agustus. Gw dan rombongan temen2 ga ikut upacara. Alasannya sih simpel, karena males. Tapi kemudian ada temen gw yang ngelapor kalo ada temennya temen gw itu juga ga ikut upacara (bisa dicerna kan kalimat gw). Hanya alasannya bukan karena males tapi karena ga mau hormat ke bendera.



Gw pikir alasannya sedikit tidak logis ya. Apapun alasan dibalik tidak mau nya mereka hormat ke bendera, itu tidak bisa dibenarkan. Bendera itu bisa berkibar dan berdiri tegak didepan rumah kita atau pada upacara bendera bukan dengan mengorbankan uang puluhan miliar, bukan itu. kita disini bicara mengenai darah pejuang bung!! tetesan yang mengalir demi berkibarnya merah putih di seluruh nusantara. Kita tidak bicara pengorbanan materi, bukan itu. Kita disini bicara mengenai nyawa mujahid bung!! Berapa banyak anak-anak yang menjadi yatim karena kehilangan orang tuanya dalam perang. Berapa liter air mata ibu yang tumpah karena kehilangan buah hatinya untuk memperjuangkan merah putih ini. Sangat disayangkan karena mereka yang ga mau hormat ke bendera itu mereka yang dihormati karena dilihat sekilas dari janggut yang menempel di dagu mereka seharusnya adalah pemuda-pemuda yang memiliki pengetahuan agama cukup mumpuni. Dan tidak menghormati merah putih adalah sangat menyakitkan bagi ulama-ulama dan pejuang yang telah gugur membela tanah air. Seolah-olah apa yang mereka lakukan itu ga ada artinya.



Kalaupun akhirnya Republik Indonesia tidak berjalan sebagaimana cita-cita para pahlawan. Jauh melenceng dari apa yang dulu pernah dibayangkan, adalah tugas kita untuk meluruskan cita-cita perjuangan. Adalah PR bagi kita untuk menjadikan merah putih menjadi layak buat kita hormati menurut idealisme kita masing-masing.



Jadi dengan adanya bendera di halaman rumah anda itu artinya anda seorang nasionalis? kembali gw tegaskan, adanya merah putih yang berkibar di halaman rumah gw tidak otomatis menunjukkan kalo gw seorang nasionalis. gw hanya mensyukuri kemerdekaan yang di proklamasikan pada hari Jumat Romadhon. Mensyukuri apa-apa yang telah susah payah diperjuangkan generasi terdahulu untuk kita nikmati hasilnya meski pada kenyataannya kemerdekaan ini belum merata ke seluruh nusantara.



Jika kemudian ada yang bilang gw nasionalis gimana...???







Yah... Dibilang nasionalis juga ga ada salahnya
Selengkapnya...

08 August 2008

Rekaman Percakapan Gw dan Al Allamah

Ya siap



Jadi tugas saya sudah selesai. He-he-he... Sudah jelas itu, gamblang. Tidak ada permasalahan lagi



Bagus-bagus itu



Yah tapi saya dicaci maki, baca (koran) Rakyat Merdeka nggak?



Aaah, Rakyat Merdeka mah ga dibaca, ga usah dibaca



Bukan saya mau dicopot, jadi gitu yah



Sama ini bang, saya mau informasiin, masalah si "Joker"



Ooh, nanti..nanti



Nggak, itu kan saya ditugasin bang



nanti , nanti ada cara lain, tenang aja



Hari Selasa ya, saya ke ini yah



Ngga usah, nanti, nanti aja gampang, itu saya sudah dibicakan, dan sudah ada pesan dari sana, sudah, udah sampai itu



Iya, kan gini bang...



Jadi gini..gini..gini..karena sudah ada hasil kan sudah kita umumkan, nanti ada alasan lain, sudah ada dalam perencanaan, mudah-mudahanlah.







eh... sori salah, ini maksud gw.







tuuut....tuuut...tuuut...



cklek...



Assalamualaikum...



Waalaikumussalam... Po kabar mi??



Baek, ado apo bop?



Nanyo mi, imunisasi buat bayi hukumnyo apo?



haram.



Nian mi?



Kato ustadz haram.(ssss....ss...s...s)



apo?



kato ustadz haram.



yang bener mi?



nak ngomong langsung ke ustadz apo?



ado?



ini na.



apo bub?



imunisasi apo hukumnyo ustadz?



ente dulu di imunisasi dak?



idak kan?



la be bini beranak, idak mati kan?



iyo ustadz.



tanyo dulu ke dokter, ado caro lain dak selain imunisasi. bukan apo2 bahan dasar imunisasi tu haram jadi lebih baik dak usah.



iyo ustadz, mokasih ustadz.



Assalamualaikum..



Waalaikumussalam Warohmatullah...



Kira-kira seperti itulah rekaman percakapan gw dgn K.H.Ahmad Taufik Hasnuri. Jadi sadar kenapa tiap gw mo ngajak fariha buat imunisasi selalu ada aja rintangannya.

Yang dia nangis terus2an lah, yang kencing lah, blm lagi pas mau diajak, cuaca yang ga bersahabat.



Emang sih ada kaidah fiqh yang mengatakan kalo dalam kondisi darurat, ambil yang lebih sedikit mudhoratnya. bener ga nih? tolong koreksi bagi yang punya pemahaman syariat. bahkan gw juga sempet baca fatwa ulama se-madura kalo imunisasi tuh masih diperbolehkan dengan memakai kaidah tadi.



Tapi kan kalo menurut gw. apa yang dibilangin ustadz Taufik tuh bener (terlepas dari hubungan gw dengan ustadz). Bukankah Allah Maha Berkehendak? Kalau Allah berkehendak menghadirkan penyakit maka tidak akan ada satu kekuatan pun yang bisa melarang. pun sebaliknya jika Allah menginginkan kesehatan kepada seseorang tidak akan ada sesuatu apapun yang dapat menghalangi. Apakah mungkin Allah memberikan kesehatan dari sesuatu yang Dia haramkan?. gw pengen nulis banyak tapi ini perkara tauhid. gw takut salah secara gw faqir ilmu, gw masih ngikut2. beda sama yang udah pakar-pakar di bidang ilmu hadist. gw sedikitpun ga berani memakai satu hadist pun tanpa keterangan ulama-ulama yang memang menguasai ilmunya dan dapat mengambil kesimpulan hukum atasnya. bukan apa-apa gw takut gw salah menjabarkan omongan nabi. akhirnya jadi salah penyampaian. dan akhirnya gw lah yang jadi sumber kesalahan. jangan sampe lah.



Selengkapnya...

07 August 2008

Surat Pertanggungjawaban Babusekaki

Dua bulan terakhir ini blog gw seperti sedang mengalami lesu darah. Cuma ada satu postingan sepertinya sudah cukup menggambarkan betapa tanggung jawab gw terhadap babusekaki patut untuk kembali dipertanyakan. Namun tentu saja dalam setiap kesalahan dan kelalaian selalu dan selalu diiringi oleh pembelaan dan alasan. Meski terkadang alasan dan pembelaan tersebut agak sedikit kurang relepan dan siknipikan.



Salah satu pembelaan gw adalah datangnya satu bidadari lagi dalam kehidupan gw. kehadirannya membuat gw memiliki dua bidadari dalam kehidupan gw. Dan perlakuan terhadap bidadari tentu saja membutuhkan manusia dengan mental malaikat. Ditambah lagi dengan adanya dua bidadari dalam kehidupan gw. Dan gw jelas sekali bukan malaikat. Bahkan tiap hari gw ga pernah lepas dari yang namanya maksiat. gw hanya lah abu dari puntung neraka kalau lah tidak karena rahmat dan ampunan Allah yang lebih banyak dari buih di lautan. Karena itu lah konsentrasi gw penuh tercurah buat dua bidadari gw. Jangan kan buat blog, pekerjaan gw pun sedikit terbengkalai karenanya. Alhamdulillah, Laporan Keuangan Semester I yang menjadi tanggung jawab gw telah selesai pada waktunya dan dikirim ke kanwil dan kantor pusat.



Untuk sementara segini dulu kabar dari babusekaki. Gw sebenernya pengen nulis cerita kelahiran Fariha tapi nanti aja lah ya. Gw skrg masih capek mental dan pisik abis perjalanan terakhir gw. Skrg gw pengen mosting catatan-catatan gw yang udah ke simpen tapi belum sempat gw publikasikan ke khalayak. Nantikan ya
Selengkapnya...

07 July 2008

Cahaya Kebahagiaan Pertama : keajaiban yang kembali hadir

Telah Lahir Putri Pertama Kami



NUR FARIHA AWWALIYYAH



Kamis 3 Juli 2008 pukul 11.40 WIB Selengkapnya...

26 June 2008

Adalah Maha Karya Terbesar Abad Ini

Di postingan gw sebelumnya, gw cerita mengenai pindahan. Dan pindah rumah, jelas ga langsung ngangkut-ngangkut barang buat mindahin kerumah baru kan? Ada proses disana. Ada kegiatan nebas hutan di belakang rumah, bersih-bersih rumah, buat seng penutup dapur, ngecet dapur yang gw ubah jadi kamar, nampal lantai semen yang bolong-bolong soalnya kadang ada makhluk-makhluk aneh binti ajaib yang keluar dari sana, kasian bini gw yang bakalan sering teriak-teriak ga jelas kalo lubangnya ga ditutup. Trus kasian anak gw yang masih dalam kandungan kalo ikut-ikutan kaget gara-gara maknya hehehe…



Nah… gw beres-beres itu pasti butuh bahan-bahan materiil (dan uang tentunya). Setelah gw selesai sama rumah, ternyata ada sedikit sisa-sisa materiil yang sayang kalo dibuang gitu aja. Mengingat uang yang keluar akibat pengadaan barang-barang tadi, sontak gw mikir (mikir???), bagusnya dibikin apa ya…? Akhirnya setelah gw melakukan diskusi yang lumayan seru sama bini gw (sebenernya sih emang gw yang pengen bikin, bini gw cuma nurut aja), diputuskan bahwa gw bakalan bikin rak buku. Dan tentu saja dengan pedenya gw bilang ke bini gw (berdiri dengan angkuh sambil menunjuk keatas dengan dilatar belakangi sinar yang ga jelas asal-usulnya sementara sayup-sayup terdengar suara musik jengjengjeng!!!) kalo rak buku buatan gw akan jadi sebuah masterpiece, maha karya terbesar abad ini hehehe…



Dulu gw beranggapan bahwa kualitas seorang laki-laki dinilai dari kerja keras serta ketrampilannya dalam hal-hal kecil di rumah seperti paku memaku, bongkar-membongkar, tebas menebas, dan lain sebagainya (mungkin karena dulu jenderal panutan gw sering melakukan hal-hal kecil tadi dirumah jadi kebawa sama gw sampe sekarang). Salah satunya adalah ngebuat rak buku itu tadi. Sebenernya bini gw sih bilang kalo sebaiknya rak bukunya beli aja yang plastik daripada capek-capek buat. Mendengar bini gw ngomong gitu, semangat gw semakin terlecut! Darah gw semakin terbakar! Gw akan ngebuktiin ke bini gw kalo laki-laki yang ia nikahi bukan laki-laki biasa (jadi inget siti nurhaliza bukan cinta biasa...............a.......a.......a.......). Gw sadar kalo bini gw bilang gitu ga bermaksud apa-apa cuma ga pingin gw capek trus sakit. Tapi alam bawah sadar gw menterjemahkannya sebagai keraguan dari bini gw kalo gw akan bisa ngebuat rak buku. Dan gw bisa memahami soalnya beberapa waktu lalu pas belum pindah gw juga pernah bilang kalo akan bikin jemuran dan hasilnya nihil hehehe…



Sejak saat itu setiap hari sabtu-minggu, gw pun mulai menyusun planning buat membuat sebuah maha karya tadi. Tapi karena gw minder, takutnya udah sibuk-sibuk eh ternyata rak buku bikinan gw ga sesuai yang diharapkan, bukan sesuatu yang patut dibanggakan (dan seringnya emang gitu) gw mengambil sebuah keputusan bijak. Gw beraktivitas dibelakang rumah, (ketutup seng yang gw bilang tadi) biar aman dari jangkauan mata tetangga-tetangga hehehe…



Klotak…klotak…. (suara gw maku), sekkesekkesekkesekke… (suara gw ngegergaji), hahahahaha…. (suara jin sedang ngetawain gw). Pokoknya gw serius banget. Ga ada kata menyerah. Bini gw sampe senyum-senyum aja ngeliatin gw. Kembali alam bawah sadar gw menterjemahkannya sebagai keraguan atas kapasitas gw. Dan semangat gw kembali terlecut! Darah gw semakin terbakar!. Akhirnya setelah berminggu-minggu dikerjakan, dengan mengingat-ingat transfer ilmu yang gw dapatkan dari Dia Yang Merupakan Anugerah Terbesar KPPN Sintang, selesai sudah kerja keras gw.



Namun belum sempat melakukan penyelesaian akhir dengan melakukan pengecatan, karya gw terlihat oleh ibu angoi. Dan tanpa ada sedikit prolog, beliau langsung nanya,



”mo bikin rak sepatu mas?”







terlihat jutaan tombak meluncur dari berbagai arah yang langsung menghujam jantung gw, jlzeeeep… (suara tombak tadi)







dan kemudian otak sama bibir gw seperti kehilangan konektivitasnya. Otak gw bilang kalo rak itu buat buku bukan buat sepatu, cuma bibir gw hanya membentuk seringai yang gw artiin sebagai senyum. Senyum kepaksa kali ya (bisa dibayangin kan?)



Tapi gw jelas ga patah semangat kan. Malah semangat gw kembali terlecut! Darah gw semakin terbakar! (capede…) Esoknya gw langsung mengambil kuas dan langsung mengecat rak tersebut.



Selesai sudah misi gw ngebuat rak buku. Begitu bini gw liat, ada pancaran sinar dimatanya. Pancaran yang gw ga tau apa artinya hanya ketika gw melihatnya, ada aura kesejukan di hati.







Dan pada akhirnya, hanya itu yang gw butuhkan…
Selengkapnya...

13 June 2008

Sekelumit Kisah Yang Tertinggal Saat Gw Pindahan

Dua bulan terakhir ini gw sedikit disibukkan dengan kepindahan gw ke Rumah Dinas Komplek KPPN Sintang. Sedikit melegakan mengingat kontrakan gw hampir mendekati masa pensiun. Namun disisi lain juga sedikit merisaukan mengingat jaringan kekeluargaan antar tetangga yang telah susah payah gw bangun. Paling ga disana, gw sama bini gw memiliki bu lilik dan pak didik, bu intan dan pak rasmin, bu endang dan pak moel, orang-orang yang bisa gw anggap sebagai orang tua gw. Ditambah lagi kondisi komplek KPPN Sintang yang lumayan terisolir dari dunia luar. Jadi terkesan eksklusif dan sesuatu yang eksklusif, apapun bentuknya, kadang-kadang menghadirkan efek yang kurang baik bagi orang didalamnya.



Gw baru nyadar kalo perabotan rumah gw tuh ternyata lumayan banyak. Awalnya gw pindahan cuma minta bantuan pada dia yang dijuluki Anugerah Terbesar KPPN Sintang, Pak Karna a.k.a Pak Cay. Namun tak dinyana, gw sama pak cay nyerah juga. Akhirnya gw mengerahkan massa yang lumayan banyak buat ngebantuin gw. Dengan sedikit janji-janji politik (apalagi kalo bukan urusan perut!), gw berhasil meyakinkan mereka buat ngebantu gw. Anggota gw terdiri atas Manci, Bapet, Hendro, Tukiaie, Bokep dan tak ketinggalan juga Geri K dengan pak cay sebagai panglima dan gw sendiri sebagai pucuk pimpinan tertinggi. Dalam sekejap barang-barang dirumah gw yang lumayan banyak (si hendro sampe bilang kalo gw keliatan dah tinggal lima tahun saking banyaknya) telah berubah posisi ke rumah gw yang baru.



Setelah selesai pindahan, temen-temen gw langsung menagih janji politik gw. Untunglah gw bukan seorang politikus pemerintahan. Kalo bilang iya = mungkin, kalo bilang mungkin = mustahil, kalo bilang ga ?? ya bukan politikus! Akhirnya setelah dirembukin, kita bermufakat untuk makan-makan di Warung Pecel Lele Pak Kumis. Yah sekalian gw sukuran gitu lah. Soalnya kalo mo syukuran dirumah kasian kalo bini gw harus repot-repot kan lagi hamil.



Bukan bermaksud apa-apa, karena pada dasarnya gw dah kenyang banget setelah habis-habisan tahlilan di rumah pak aziz sama manci dan geri, akhirnya gw cuma pesen cemilan aja. Emang dah pulteng, ga muat lagi! ga sanggup kalo harus makan yang berat. Beda sama manci dan geri yang memang masih memiliki tembolok.



Akhirnya begitu masuk waktu jam 9.30 kita memutuskan buat pulang. Meninggalkan cerita manci numpahin jeruk hangat di jins nya pak cay. Lelah dan ngantuk yang mulai menyerang semakin menguatkan niat untuk segera pulang. Bapet sama Tukiaie udah nyampe duluan ke komplek. Pas gw sama bini gw nyampe, Bapet sama Tukiaie ngacir pake motor sambil teriak-teriak kalo ada gas meledak. Gw (dengan bini gw) sama hendro (dengan bininya) yang baru aja nyampe spontan kaget! Untung logika gw masih jalan, tanpa komando, gw langsung matiin aliran listrik di rumah gw. Setelah beberapa lama gw perhatiin sekitar, kok ga ada asap?? Dengan kata lain ya ga ada api. Selidik punya selidik ternyata suara yang terdengar oleh Bapet dan Tukiaie adalah suara kendaraan nabrak pager tetangga yang lajunya berhasil dihentikan oleh pohon kelapa.



Yah, insiden tadi mengakhiri cerita gw dan pasukan pindahan hari itu. Terima kasih pada teman-teman yang telah membantu. Memang di negeri orang, semangat kekeluargaan antara sesama perantau apalagi satu almamater harus selalu kita pupuk. Karena kita adalah keluarga.





Kalo bukan kita, siapa lagi???
Selengkapnya...

09 June 2008

Tentang Nikah Sekali Lagi : Menjawab Pertanyaan Dua Orang Teman

Beberapa waktu yang lalu, abang (mantan ketua organisasi Kau-Tau-Apa) lewat ym pernah menanyakan “bop kasih kita tips dong biar cepet nikah?” Trus kemaren nies juga nanyain lewat komen di salah satu postingan gw yang intinya juga merupakan permintaan tips mengenai pernikahan.



Pada kenyataannya, gw bukanlah sosok orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hanya karena gw telah menjalani pernikahan itu sendiri (yang baru nyaris berumur 1 tahun) bukan berarti gw telah menjadi seorang master di bidang pernikahan, bukan, tidak begitu. Gw hanyalah orang yang dikasih keberanian serta kesempatan oleh Allah. Keberanian dan kesempatan untuk menikah yang belum tentu dianugerahkan kepada orang lain dan gw bersyukur karenanya.



Gw ingat dulu ketika pas gw blm satu tahun nyaris tidak lulus kuliah dan masih magang di Direktorat Informasi dan Akuntansi, gw pernah ngomong ke mak gw yang setelah di transalate ke bahasa Indonesia kira-kira berbunyi seperti ini “bu, aku nak kawin” (masih salah ya?). Dan seperti telah saya perkirakan sebelumnya, beliau menolak mentah-mentah usulan tersebut. Tubuh kecil kurus ceking kaya gini kok dah mo nikah aja. Nanti lah kalo kamu dah sekitar 25an baru nikah. Mungkin kira-kira seperti itulah yang ada di benak gw. Gw ga maksa-maksa pengen banget nikah soalnya takut durhaka. Bukan berkah malah bencana yang dateng. Sekecil apapun itu, yang penting gw dah ikhtiar, selanjutnya ya diserahkan sama Yang Maha Membolak-balikkan Hati Manusia. Karena hanya Dia yang mengetahui apa yang terbaik buat kita. Sama ketika pas gw pengen tempat duduk resepsi pernikahan diberi dua jalur, satu buat laki-laki sama satu buat perempuan. Ga perlu kasih hijab, cukup dibedakan aja. Terang kedua keluarga baik dari pihak gw maupun dari pihak bini langsung keberatan.. Kembali gw ga pingin maksa (kan takut jadi kaya si Malin Kondang). Tapi paling ga gw dah bilang dan itu adalah batas usaha gw. Dan ajaib, tanpa direncanakan sebelumnya, ibu-ibu sama bapak-bapak duduknya misah!! Manusia berencana, Allah berkehendak. Tapi yang duduk dibelakang-belakang masih tetap campur aduk sih, yah sesuai usaha gw kali yang kurang maksimal. Cuma paling ga, lebih dari ¾ tamu tuh dari depan ke belakang duduknya misah (bagi yang hadir, tolong kasih tau kalo gw salah).



Kemudian keluar lah pengumuman kalo gw ditempatin di Sintang (pikiran gw langsung melayang ke saat-saat gw kuliah dulu, saat gw sama bayu nyanyiin lagu peter pan yang sering banget diputer waktu itu, param pam pam para ram pampam, hanya aku dan sintang…) Dimana pula itu?. Awal Januari berangkatlah gw ke Sintang demi mengemban misi negara. Ga nyampe satu bulan gw di Sintang, gw yang sepanjang ingetan blm pernah masuk Rumah Sakit akhirnya harus KO juga. Terkapar diterjang Malaria Tropika dan Demam Berdarah (maen keroyokan sih soalnya) dan harus diopname selama seminggu. Itupun gw nekat aja keluar Rumah Sakit padahal trombosit gw masih 20.000 (jangan tanya gw, gw juga ga ngerti).



Setelah sekitar sebulan gw keluar dari rumah sakit, baru deh gw bilangin ke mak gw kalo beberapa waktu yg lalu gw sempet masuk Rumah Sakit dan sekarang dah kembali sehat dan keren seperti sediakala. Dasar memang mak gw mudah nangis, beliau langsung aja tersedu sedan di gagang handphone (handphone punya gagang ga ya?). Dan tak berapa lama kemudian, beliau menanyakan apakah gw masih berkeinginan buat nikah. Artinya beliau nawarin gw buat dinikahin. Gw ulangi, beliau nawarin gw nikah!!! Namanya kucing dikasih ikan ya langsung samber, ga pake babibu lagi pokoknya.



Jadi apa tipsnya??? Kebanyakan curhat nih. Menurut gw, buat nikah itu dibutuhkan cinta (ya iyalah…) namun pertanayaannya, apakah cinta itu harus hadir sebelum pernikahan. Saya katakan tidak, kenapa? Karena Allah Sang Pemilik Cinta. Apakah mungkin Allah menganugerahkan cinta pada jalan yang tidak disukainya? Karena itu gw memutuskan buat nikah. Paling ga untuk membuktikan cinta gw murni atau sekedar khayalan.



Gimana kalau dia bukan “jodoh” gw? Loh bukankah Rasulullah SAW hanya mensyaratkan salah satu dari 4 hal dalam mencari pasangan? Kecantikan, keturunan, kekayaan serta Ke-shalihatan (maksa ya). Ga ada kata2 jodoh disitu, betul?



Banyak-banyak membaca buku mengenai pernikahan. Salah satu yang gw rekomendasiin adalah “Kado Pernikahan Untuk Istriku” karangan Mohammad Fauzhil Adhim. Namun tetap harus diingat bahwa isi didalam setiap buku, apapun bukunya, bukanlah sebuah kebenaran mutlak. Buku hanyalah refleksi ilmu dan pemikiran dari sang pengarang, ibarat seorang pelatih sepakbola yang mengincar kemenangan dengan memakai formasi kesukaannya. Namun ga berarti bahwa formasi tersebut merupakan satu-satunya formasi kemenangan. Masih banyak formasi2 lain yang bisa kita gunakan untuk meraihnya. Sama halnya dengan bulu eh… buku maksud gw.



Dan ga seperti kebanyakan orang yang dianugerahi kecerdasan berfikir, gw hanya memiliki pemikiran yang simple tanpa ada semacam keruwetan di sel-sel kelabu otak gw. Menurut gw, karena pada dasarnya cepat atau lambat gw tetep berkeinginan menikah, kenapa ga secepetnya aja? Toh nanti-nanti gw juga pengen nikah. Semakin lama gw mendalami rumus-rumus tentang pernikahan, maka semakin banyak waktu yang terbuang sia-sia. kenapa ga sekalian praktek aja. Jadi intinya, biar ga kebanyakan teori hehehe…



Trus keberanian. Keberanian dalam hal untuk menerima bahwa menikah itu ga semudah yang dibayangkan. Ga seindah yang diharapkan. Tanamkan itu dalam hati sebelum menikah. Agar nantinya bila pernikahan tersebut memasuki masa sulit, kita telah punya bekal untuk menghadapinya.



Tanggung jawab. Baik sang suami maupun istri adalah orang-orang yang harus bertanggung jawab. Terutama buat sang suami. Ia betul-betul harus merupakan model dan tipikal orang yang bertanggung jawab. Sampai ada sebuah idiom “yang penting tanggung jawab, ganteng itu bonus”. (bagi yang mukanya pas-pasan kayak gw, idiom tadi bagaikan setitik oase di padang pasir).



Dan tentu saja kerja keras dan pengorbanan. Kebahagiaan itu ga pernah tercipta dengan sendirinya. Ada kerja keras disana bung! Ada pengorbanan, tetesan keringat, airmata dan darah… (kembali hiperbola). Dan kita harus mengetahui bahwasanya kerja keras dan pengorbanan kita itu bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Paling ga itu menjadi motivasi bagi kita untuk membangkitkan semangat kala mulai menipis. Siapa yang ga mau dapat pahala?



Kembali gw tekankan disini, gw bukanlah orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan kalian. Jawaban gw diatas adalah jawaban gw pribadi dan bukan merupakan sebuah kebenaran mutlak yang harus diikuti, tidak begitu. Hal-hal diatas lebih ditujukan pada saya pribadi namun tidak menjadi halangan bagi orang lain apabila memang ada hikmah yang bisa diambil.



Para ulama yang mengetahui syariat adalah sosok yang tepat untuk dijadikan sumber segala jawaban (asal jangan sembarang ulama). Termasuk dalam hal pernikahan. Seperti dulu saat gw menanyakan segala hal tentang pernikahan kepada K.H. Ahmad Taufik Hasnuri, Al-Ustadz Ahmad Nazmi. Serta saat gw banyak menelusuri konsultasi agama pada situs eramuslim.com/ustadz menjawab dibawah asuhan Al-Ustadz Ahmad Sharwat.



Satu lagi ulama yang gw rekomendasiin di Jakarta (berhubung temen gw tadi berdomisili di Jakarta) yaitu Habib Munzir Almusawa pemimpin Majelis Rasulullah SAW.

Beliau-beiau diatas adalah beberapa orang Ph.D di bidang pernikahan yang bisa kita jadikan sumber rujukan untuk berusaha meraih pernikahan sakinah mawaddah warohmah yang penuh barokah.





Dan gw...?





Selalu menyenangkan dapat menjadi salah satu bagian prosedur menuju kebahagiaan seorang teman...
Selengkapnya...

23 May 2008

Karena Kami Laki-Laki

Perjuangan Manchester United merengkuh tropi Liga Champion untuk ketiga kalinya berakhir manis. Laskar Setan Merah berhasil mempecundangi pasukan The Blues Chelsea melalui sebuah pertarungan dramatis yang menguras emosi, baik dari kedua belah pihak yang bertarung, penonton yang menyaksikan langsung di stadion Luzhniki serta tidak ketinggalan emosi dari para penonton di rumah termasuk saya yang menyaksikan hanya dari layar selebar 20 inch.



Keluarnya Manchester United sebagai juara memang telah diprediksi sebelumnya. Banyak yang mengatakan bahwa Manchester United memang layak menjadi kampiun melihat dari perjalanan Manchester United yang tak terkalahkan sepanjang perhelatan Liga Champion 2007/2008 termasuk menyingkirkan pemegang possession football salah satu calon kuat juara Barcelona di semifinal. Namun kemenangan ini jauh dari definisi kata mudah. Hanya karena ketidak beruntungan seorang kapten dengan daya juang tinggi dalam diri John Terry lah yang mkenyebabkan Manchester United juara. Dan akhirnya tentu saja hanya kepada mereka yang bermental juara layak untuk mengangkat piala.



Seorang wanita dengan kecantikan surga pernah bertanya, apa sih enaknya nonton sepakbola? 22 orang ngerebutin satu buah bola. Tinggal kasih aja satu-satu kan aman. Waktu itu saya hanya bisa menjawab bahwasanya sepakbola adalah olahraga laki-laki karena itu sebagai laki-laki, kami nyaris mendekati hukum wajib untuk menyukai sepakbola. Ga ada alasan yang sedikit logis untuk saya kemukakan atas pertanyaan itu.



Namun setelah menyaksikan partai final Laga Champions dari awal sampai akhir, saya otomatis langsung teringat akan jawaban sesungguhnya atas sebuah pertanyaan tersebut. Sepakbola menghadirkan semua definisi dari sebuah emosi. Ada ketegangan yang memacu adrenalin untuk membuat jantung berdegup kencang. Ada ekspresi kegembiraan Cristiano Ronaldo yang berhasil menjebol gawang Peter Cech. Atau ekspresi dari seorang Frank Lampard yang menunjuk ke langit setelah mencetak gol untuk menghormati almarhumah ibundanya. Paul Scholes dan Owen Hargreaves yang harus mengalirkan darah demi sebuah kemenangan. Kemarahan Didier Drogba atas Nemanja Vidic. Kekecewaan John Terry yang gagal melakukan penalty. Kesedihan Anelka yang penalty terakhirnya menyebabkan Manchester United juara. Ketenangan ekspresi Ryan Giggs dalam mengambil penalty serta tangisan kelegaan seorang Cristiano Ronaldo setelah beban dipundaknya hilang ketika Manchester United juara. Atau ekspresi dari seorang Rio Ferdinand yang sedikit susah dibedakan antar gembira atau marah. Atau ekspresi Joe Cole yang memegang-megang kepalanya tak percaya akan keputusan wasit tidak memberikan bola sudut untuk timnya. Atau Van Der Sar yang mengangkat kedua tangannya keatas sembari mengangguk-anggukkan kepalanya setelah berhasil menggagalkan penalty Anelka.



Inilah pagelaran seluruh emosi dari lapangan sepakbola. Emosi yang kadang terlalu hebat untuk kami tunjukkan. Atau terlalu gengsi untuk kami perlihatkan. Semua ada disini. Disatu pentas permainan yang di Indonesia dinamakan sepakbola. Saya sendiri pun, sebagai fans Manchester United, kemarin ikut-ikutan terjebak dalam definisi emosi. Memukul-mukulkan kedua tangan kedepan saat van der sar berhasil menggagalkan penalty Anelka layaknya seorang juara yang ikut berpesta. Hanya untuk melepas ketegangan dari tengah malam sampe subuh.



Selamat buat Manchester United yang menjadi juara. Dan buat Chelsea, jangan merasa kalah. Permainan kalian adalah permainan sebuah tim juara. Namun tetap pada akhirnya harus ada hanya satu juara Manchester United.



Glory…Glory… Manchester United….



Oh ya sebagai informasi, wanita yang pernah bertanya tersebut sedang mengandung buah cinta kami
Selengkapnya...

19 May 2008

Akhir perjalanan Fantastic Four pada KPPN Sintang

Setiap mahluk bumi yang mengaku penikmat kartun/komik pasti mengenal 4 sekawan Fantastic Four. 4 anak manusia yang dianugerahi kelebihan (ataukah ke-abnormal-an?) masing-masing. Ada yang tubuhnya selentur karet, sepanas api, sekeras batu, serta satu orang wanita dengan kemampuan menghilang dari pandangan orang lain.

Jadi benarkah KPPN Sintang memiliki mereka yang memiliki ciri-ciri seperti diatas? tentu tidak, kan sudah minum combantrine! (salah satu iklan jadul yg terus gw inget sampe sekarang). Judul diatas tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang terjadi di KPPN Sintang, kecuali kesamaan bahwa KPPN Sintang baru saja kehilangan 4 putra-putra terbaik mereka yang dimutasi ke daerah lain.

Ada Edy Kurniawan Ganda Yudha dan Rinto yang dimutasi ke Jambi

Ada Prasetiyo Luhur Widodo yang ke Bengkulu

serta Rahmat Hidayat ke Ternate.

Selamat Jalan Kawan...

Lakukan yang terbaik di tempat yang baru (jangan malu2in gw sebagai mentor kalian disini)
Selengkapnya...

12 May 2008

Ketika Pak Mahbub Bertasbih : Diniatkan Untuk Menjadi Resensi

Kmrn gw dari Palembang. Ada diklat trus nambah cuti seminggu jadinya 2 minggu. Lumayan lah mengobati rasa kangen orang tua sama menantunya (bukan gw…). Ga terasa dah 8 bulan lebih ga liat Palembang. Dah lumayan banyak yang berubah, mungkin juga hanya perasaan sentimental gw, yang pasti palembang semakin berdebu.Polusi dimana-mana ngebuat napas gw jadi sesak. Batuk yang tak kunjung hilang sejak gw menjejakkan kembali kaki gw di bumi sriwijaya seperti menegaskan hal tersebut. Namun selalu disetiap perubahan, ada yang konsisten bertahan. Pengajian mingguan di Majelis Ta’lim Rhoudhotul Ilmi dibawah asuhan K.H. Ahmad Taufuk Hasnuri masih tetap ada . Paling ga sedikit memupus kerinduan gw sama beliau dan temen-temen pengajian. Di Masjid Agung yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Palembang juga selalu ada jadwal pengajian-pengajian baik itu ba’da zuhur maupun ba’da subuh. Terakhir pas gw kesana ada pengajian Ustadz Muhammad Al-Habsy membahas mengenai adab-adab dalam majelis.

Siang hari yang lumayan cerah (kalo ga mau dibilang terik) gw sama bini asik ngobrol2 sama Presiden dan istrinya (baca : kedua orang tua gw). Tau-tau pas lagi asik ngobrol, Bapak Presiden menyodorkan sebuah buku, novel lebih tepatnya, ke hadapan gw. Dan ketika gw liat judulnya sekilas, Ketika Cinta Bertasbih karangan Habiburrahman El Shirozy. Gw dah pernah denger tentang buku ini tapi blm baca sama sekali karena terus terang ga ada yang ngebuat gw tertarik buat ngabacanya . Tumben Bapak Presiden merekomendasikan buku ini buat gw baca. Tapi gw ga boleh bersu'udzon dulu. Mungkin bukan beliau yang beli tapi adek gw soalnya dia memang suka baca dan benar ternyata persangkaan gw pas gw liat ada paraf adek gw di halaman depan novel itu .


Tapi kemudian kekagetan gw benar-benar terealisasi saat Ibu Presiden bilang kalo Bapak hanya membutuhkan waktu sehari semalam alias kurang lebih 24 jam untuk menyelesaikan novel yang tebalnya ratusan halaman tersebut. Dan kekagetan gw semakin menjadi-jadi saat beliau (Ibu Presiden) bilang kalo Bapak dah beli buku ke dua nya! karena memang novel Ketika Cinta Bertasbih ini adalah sebuah dwilogi.
Luar biasa karena sejauh yang saya tahu, ketertarikan Bapak Presiden untuk novel-novel bergenre seperti ini adalah sekedar membaca karena emang beliau suka baca (dan darah ini kelihatannya mengalir di nadi gw) itupun kalo ada waktu luang. Sedangkan untuk kategori membeli dan menamatkan bacaan hanya dalam waktu kurang lebih 24 jam, ga bisa gw bayangkan sebelumnya karena lagi-lagi seperti yang gw tau sebelumnya kalo buku-buku yang beliau baca itu banyak bertemakan sosial dan semacamnya semisal, sekolah itu candu (gw ga tau siapa yang ngarang, gw cuma sempet baca judulnya aja dan itupun dah bertahun-tahun yang lalu). Hal itu ngebuat gw jadi penasaran untuk mengetahui keseluruhan isinya dan novel ini secara cepat mampu berhasil membangun ketertarikan gw terhadap buku ini.

Buku ini akhirnya mampu membangkitkan penyakit lama gw yang telah terkubur lama. Terlalu asik ngebaca kadang ngebuat gw lupa sekitar. kasian ngeliat muka bini gw yang belum terbiasa dianggurin.

Saat asik gw baca, ternyata pada salah satu buku Ketika Cinta Bertasbih ini ada sebuah karakter dengan nama Pak Mahbub, seorang tokoh masyarakat yang cukup disegani dan sering dijadikan sebagai sumber jawaban atas setiap masalah, baik masalah agama maupun dunia, yang terjadi pada setting kampung halaman sang tokoh utama. Ada sedikit perasaan bangga menyusup di qolbu. Jarang-jarang nama Mahbub masuk dalam sebuah naskah novel. Jadi ga sabar pengen liat kalo dah dijadiin pilem layar lebar. kira-kira siapa ya yang cocok buat jadi Pak Mahbub? Kalo gw boleh usul sih, gw akan bilang hanya Bang Dedi Mizwar yang cocok. Ah jadi ngelantur kemana-mana.
Selengkapnya...

06 May 2008

Kasih judul apa aja, terserah...

Ada yang mengatakan bahwa menikahlah maka engkau akan kaya. Awalnya dulu sebelum menikah gw mempercayai kata-kata itu atas dasar keimanan. Artinya gw percaya kebenarannya dalam konteks yang sangat cetek bin dangkal. Dalam artian tetep aja ga semudah itu alias harus didahului dengan kerja keras siang malam. Namun setelah menjalani pernikahan itu sendiri, tanpa sadar gw sudah menjalani kemudahan2 yang diberikan Allah tanpa pernah gw berpikir sebelumnya. Dan itu terlintas dengan sendirinya saat gw istirahat abis makan tadi siang dari masakan bini gw yang luar biasa maknyus. Hadir seperti siluet2 ke otak gw yang biasanya jarang gw pake. Dan siluet ingatan itu persis bermula ketika saat gw mempersiapkan diri di sintang tercinta untuk kedatangan seorang wanita luar biasa yang masih mengatasnamakan dirinya sebagai calon bini gw. Petualangan dimulai ketika gw bersiap mencari kontrakan sekedar buat berlindung. Terbayang sudah pengeluaran buat membayar kontrakan yang dalam bayangan gw waktu itu jelas ga murah. yang murah sih ada namun tau sendiri lah kondisinya. Tau-tau pas gw lagi nyari, lagi saya ketemu orang baik untuk kesekian kalinya, Ibu Mas Hanisyah a.k.a. ibu Anis. Beliau menyampaikan informasi bahwa ada kontrakan bagus dengan harga yang relatif murah. Gw ga percaya begitu aja lah. Gw pun men survei kotrakan itu bersama2 dengan ibu Anis. Pas gw liat rumahnya, tampak luar sih diatas rata2 kontrakan trus pas gw liat kedalam ternyata.....



Rumah dua lantai, dengan 2 kamar bawah, diatas dibiarin kosong alias blang, dapur, garasi kecil, 1 kamar mandi, dan 1 wc. Hmmmmm.... cukup sempurna untuk sebuah kontrakan. dan begitu gw tanya harganya Rp.3.500.000 setahun!sebagai perbandingan ada temen gw yang ngekos kamar 3x3 dengan harga per bulan Rp.300.000x12 = 3.600.000 per tahun). Murah bukan untuk kondisi kontrakan tadi...? dan lumayan deket sama kantor. Namun waktu itu gw sih ga langsung setuju. gw pasang tampang cool duluseolah2 ga kaget dengan harga yang dia tawarkan. Akhirnya jadilah gw ngontrak disitu (ya iyalah...) Makanya yang mo dapet kontrakan murah, kawin dulu

itu yang pertama.



Trus yang kedua pas gw diklat ke balikpapan kmrn.

Awalnya sih kmrn gw ga mau ikutan diklat apalagi sebulan padahal kmrn temen2 yang katanya masih berstatus hai kualiti jomblo masih banyak dan gw pasti sudah ikhlas kalo seandainya mereka yang ditunjuk bwt ikutan tuh diklat, namun karena bukan kita yang mengambil kebijakan tapi mereka lah sang pimpinan, maka gw lah yang ditunjuk. Mana laptopnya berat banget. Inget kata wak pet dulu laptop taon jebot mase be dipake (laptop jaman dulu kok masih dipake). Akhirnya dengan percaya diri tanggi, gw ajaklah bini gw ke balikpapan untuk ikutan gw diklat. Meski resikonya biaya gw sebulan disana membengkak, meski resikonya gw ga tidur dengan fasilitas hotel berbintang yang enak, meski resikonya...., meski resikonya..... (ada yang mo nambahin?) tapi disinilah pertolongan Allah datang. Sebelum berangkat jumat malem, sorenya gw dapet arisan kantor dan lumayan bwt nambah2in uang saku gw disana nanti. 2,4 juta kalo ga salah (dah lupa soalnya sekarang tinggal bayar perbulannya aja hehehe...). Begitu tiba disana lagi gw ketemu orang baik Bapak Fanani yang waktu itu masih menjabat sebagai Kepala KPPN Balikpapan. beliau dengan kebaikannya telah meminjamakan rumah dinas yang kosong ga dipake oleh pegawai situ persis di samping rumah dinas beliau. Dan dengan kerendahan hati beliau, telah memperlakukan kami berdua layaknya anak beliau sendiri (sesuatu berbisik di kepala gw, emang ada yang mo ngakuin lo sbg anak? lo aja kali yang ke geeran. hush....!) apapun yang kami lakukan ga akan pernah bisa membalas kebaikan beliau. dan sekarang beliau dah di mutasi ke pusat (sekjen kalo ga salah pas kemaren ibu Fanani nelpon bini gw ngasih kabar gembira tersebut) gw sih ikut gembira mendengarnya. Orang-orang baik memang berhak mendapatkan yang terbaik. Dan begitu selesai diklat, gw pun mendapatkan ganjaran berupa SPPD yang jumlahnya lebih dari cukup untuk menutupi biaya tiket pesawat gw ma bini pulang pergi pontianak-balikpapan. seakan-akan pengeluaran kami ga ada yang berubah. bedanya hanya saat itu sebulan gw di balikpapan bukan di sintang. dan seperti ga cukup dengan itu saja, gw dikasih rizqi yang tak akan bisa dihitung dengan harga berapapun. Priceless.... anugerah terbesar dalam hidup gw. hadiah terindah yang bisa diberikan seorang istri kepada suaminya. amanah yang harus gw pertanggungjawabkan. Ya... hari terakhir gw di balikpapan, dr. Vonny hari itu terlihat seperti wanita paling cantik kedua di dunia di mata gw (yang pertama sih tetep bini gw) saat dia menyatakan bahwa bini gw positif hamil dengan usia kandungan kurang lebih satu bulan!!ini dia yang gw tunggu2 setelah hampir 3 bulan kami menikah. Kebesaran Allah kembali nyata bagi gw hanya kadang mata gw ga bisa melihatnya tertutup maksiat dunia yang membutakan hati.



Dan ketiga kmrn setelah usia 3 bulan kehamilan bini gw, gw ga bisa menolak lagi untuk mengakui bahwa gw butuh kendaraan. pas periksa tabungan, ga bakal cukup beli yang baru. mau beli yang second di dealer, takut dapet yang kondisinya amburadul dan malah mengeluarkan biaya lagi. sempat terlintas untuk beli kredit, namun pas gw diskusiin ke bini gw, dia malah bilang



"ga usah beli motor dulu lah bul, nanti aja kalo uang kita dah cukup berlebih. atau bubul dah mulai bosan jalan kaki ke kantor? kalo emang bubul ngerasa capek ke kantor jalan kaki ya udah gapapa kok kredit."



berlebih dari hongkong!! bisa sih, tapi harus nunggu sekitar yah... ga bisa ditebak lah, namanya PNS ya tetep aja gaji PNS. kalo nunggu duit kekumpul ya lama, ampe brojol juga belum tentu kebeli. satu2nya jalan keluar yang ada di benak gw saat itu ya kredit.



Cuma gw ga sanggup bilangin itu ke bubun. gw cuma ngeliatin matanya (so swit....) dan tersenyum dengan menampakkan senyuman paling manis yang gw bisa.



Lagi-lagi gw ketemu orang baik (Alhamdulillah gw selalu dikelilingin orang baik ya). Tetangga gw, ibu Lilik, ngobrol ma bini gw. Trus kata bini gw dia mo jual motornya astrea grand 93 dengan harga 4,5 juta. Mungkin mahal sih untuk ukuran motor tua namun gw dah pernah pinjem tuh motor dan gw yang ga ngerti motor aja tau kalo tuh motor masih luar biasa bagus. Orang bengkel juga merekomendasikan tuh motor buat dibeli tapi cuma dengan harga paling tinggi 4juta. Pas gw tanya tetangga gw yang lain yang juga naksir tuh motor (cuma dia ga sanggup harganya) mengatakan bahwa tuh motor emang masih bagus soalnya selama riwayat hidupnya tuh motor cuma di bawa bu Lilik pulang pergi dari rumahnya ke kantor bu Lilik yang deket KPPN. Selain itu paling juga cuma dipake ke pasar yang jaraknya juga kurang lebih sama dengan ke KPPN. Jadi tuh motor secara mesin emang masih bagus. Dan yang tak kalah pentingnya dari semua yang penting, gw emang baru cuma punya uang segitu buat anggaran beli motormalah masih sisa 500rb. Biar kata orang mahal, dimana lagi gw bisa beli motor second yang gw tau kualitasnya dengan harga pas dengan anggaran gw. Gw hantam lah tuh 4.5juta. Alhamdulillah sampe skrg blm ada masalah berarti dengan kesehatan tuh motor.



Dan tentu saja setelah 8 bulan disini, kami berdua masih bisa menahan keinginan untuk pulang ke Palembang. Setelah gw renungin jongkok lagi, gw baru sadar kalo itu juga bagian dari rizqi buat kami. Bayangin aja, dulu gw paling ga setahun pulang 3-4 kali. Kalo dikaliin 800rb aja, maka dalam setahun gw menghabiskan 2,4 - 3,2 juta per tahun. kalo misalnya dikaliin 2 sama bini, maka pengeluaran gw bisa mencapai 4,8 - 6,4 juta per tahun buat pulang ke Palembang. Itu artinya gw dapet rizqi dengan ga pulangnya gw tadi sebesar tersebut diatas. Kalkulasi yang luar biasa bukan? Belum lagi dengan kenaikan take home pay gw yang nyaris 2x lipat. Dan keajaiban-keajaiban lain yang ga pernah kebayang sebelumnya. Saat gw sakit, ada suster yang ngerawat gw dengan lemah lembut yang kualitas pelayanannya jelas lebih dahsyat dari perawat2 rumah sakit manapun yang pernah ngerawat gw tanpa gw harus bayar rumah sakitntya. serta keajaiban-keajaiban lain dimana hanya mereka yang menyandang gelar sebagai suami istri yang tau



Benarlah apa yang dikatakan Rais 'am idarah 'aliyyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah Habib Luthfi bin Yahya dalam sebuah sesi tanya jawab di sebuah majalah.



“Rizqi itu ga harus diterima dalam bentuk materi atau dalam bentuk uang."



Dan apa yang terjadi di gw adalah bahwasanya kebutuhan gw tercukupi dengan materi yang ada di gw tanpa latah ikut terjebak pada sistem ribawi. Sesuatu yang patut gw syukuri.



Terakhir gw cuma mau menyampaikan bahwasanya menurut sebuah riwayat, setiap kali dimarahi istrinya, Umar ibn Khattab hanya diam tidak balik marah-marah. Saat ditanya para sahabat, Amirul Mukminin berkata, “Mengapa aku harus marah. Istriku sangat membantuku dirumah, ia mengerjakan semua pekerjaan rumah. Ia memasak, mengurus anak2, padahal semua itu bukan kewajiban dia.”



Ayo semua yang udah nikah, kita muliakan wanita yang menjadi istri kita dan kita muliakan istri kita yang seorang wanitapercayalah, pengorbanan kita buat istri akan menghasilkan keajaiban-keajaiban yang ga pernah terlintas di pikiran kita sebelumnya. Karena kita telah memuliakan makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia. gw cuma berharap akan terus ada keajaiban-keajaiban dalam kehidupan sosial dibawah kepemimpinan gw sebagai kepala keluarga.





Gw udah ngebuktiin, mau nyoba...?
Selengkapnya...