Nyaris 3 bulan. Itu waktu yang saya habiskan di Palembang. Sejak saya kuliah, baru kali ini saya punya waktu begitu lama disana. Bener-bener ga ada kerjaan sama sekali. Ibu saya bilang gini “Alangke lemak kau ini nak, Bini ado, anak punyo, duet ngalir, begawe idak. Alhamdulillah. Memang rejeki ga kemana. Di Palembang terus. Sampe bosan mau ngapain. Tapi namanya di Palembang ya nikmat. Seperti kata pepatah lama, hujan emas di negeri sendiri masih mendingan di banding hujan batu di negeri orang. Tentu saja. Mungkin itu pendapat anda. Tapi saya tidak. Coba kalo bener kejadian. Hujan emas. Gede-gede lagi. Berapa rumah hancur? Berapa banyak yang terluka? Mau ke rumah sakit juga udah luluh lantah. Makanya mending hujan air. Apalagi kalo kemarau. Tambah lagi kalo hujan di malam hari. Dingin. Ibadah jadi tambah semangat. Eh, emas itu logam berat kan?
28 May 2011
22 September 2010
rakyat yang punya mobil
Kemarin, dari siang sampe sore hujan. Awalnya lumayan deras. Lama kelamaan ga begitu. Hanya ga berenti. Terus saja hujan sampe menjelang maghrib. Alhamdulillah. Palembang jadi lumayan sejuk.
Karena hujan ga berenti. Saya dimintain tolong sama ayuk ipar saya. Menjemput bak pulang kerja. Bapaknya ayuk ipar saya. Juga orang tua istri saya. Yang otomatis jadi orang tua saya juga. Sedikit kagum sama bak. Lumayan banyak sih. Di usianya yang mungkin sudah 70an lebih, beliau masih sanggup kerja. 8 jam. Setiap hari. Tanpa libur. Termasuk sabtu dan minggu. Bahkan ketika lebaran pun masih sempat datang ke tempat kerja. Meski hanya sebentar. Tidak seperti hari biasanya.
Karena hujan ga berenti. Saya dimintain tolong sama ayuk ipar saya. Menjemput bak pulang kerja. Bapaknya ayuk ipar saya. Juga orang tua istri saya. Yang otomatis jadi orang tua saya juga. Sedikit kagum sama bak. Lumayan banyak sih. Di usianya yang mungkin sudah 70an lebih, beliau masih sanggup kerja. 8 jam. Setiap hari. Tanpa libur. Termasuk sabtu dan minggu. Bahkan ketika lebaran pun masih sempat datang ke tempat kerja. Meski hanya sebentar. Tidak seperti hari biasanya.
19 September 2010
demigod berbatov
Ada yang mengatakan sedikit berlebihan. Terutama pansnya Liverpool. Tapi mohon maaf. Saya sukanya MU. Jadi tak apalah. Dan layaknya perseus yang menghancurkan kraken. Maka itulah yang dilakukan Berbatov. Sendirian meluluhlantakkan Liverpool. Liverpool bukannya tanpa perlawanan. Dua gol dari dua bola mati oleh sang kapten Steven Gerrard hampir saja mengulang mimpi buruk MU ketika melawan Everton. Namun hattrick Berbatov mengamankan 3 poin MU.
15 September 2010
pistol lebaran bandit semuntul
Bop kalu besak gek nak jadi apo...?
Bandit Semuntul.
Itulah dulu cita-cita saat saya kecil. Ketika banyak anak-anak lain yang ingin menjadi pilot, dokter, atau anak-anak jaman sekarang yang kepingin jadi artis. Yang sepertinya sudah biasa bercerai. Padahal jelas-jelas sesuatu yang dibenci Allah. Meski itu dihalalkan. Tapi kelihatannya tanggapan masyarakat juga biasa saja. Tidak seperti ketika menanggapi aksi poligami. Padahal Allah tidak membenci poligami. Tapi tanggapan masyarakat sepertinya itu adalah sesuatu yang kejam. Oh dunia memang sudah tidak menempatkan sesuatu pada kedudukannya. Sudah ah nanti saya disangka kepingin poligami. hihihihi... Balik ke cita-cita itu tadi. Jawaban saya cukup sederhana. Bandit Semuntul. Tidak kurang, tidak lebih.
Bandit Semuntul.
Itulah dulu cita-cita saat saya kecil. Ketika banyak anak-anak lain yang ingin menjadi pilot, dokter, atau anak-anak jaman sekarang yang kepingin jadi artis. Yang sepertinya sudah biasa bercerai. Padahal jelas-jelas sesuatu yang dibenci Allah. Meski itu dihalalkan. Tapi kelihatannya tanggapan masyarakat juga biasa saja. Tidak seperti ketika menanggapi aksi poligami. Padahal Allah tidak membenci poligami. Tapi tanggapan masyarakat sepertinya itu adalah sesuatu yang kejam. Oh dunia memang sudah tidak menempatkan sesuatu pada kedudukannya. Sudah ah nanti saya disangka kepingin poligami. hihihihi... Balik ke cita-cita itu tadi. Jawaban saya cukup sederhana. Bandit Semuntul. Tidak kurang, tidak lebih.
01 September 2010
hening
hening,,,
hari-hari yang kulalui tanpa tawamu
tawa yang biasanya karena aku
atau setidaknya menurutku
hei,,, jangan mentertawakan aku
karena itu kamu
satu-satunya hati tempat aku menitipkan raga
atas nama Allah aku melabuhkan cinta
namun saat ini aku menggenggam rindu
seindah bola mata ketika engkau menatapku
sementara aku simpan
dan akan aku kembalikan padamu
utuh
karena aku tau
kamu akan membalas
lebih dari yang bisa aku berikan padamu
Beberapa waktu yang lalu saya nonton tipi. abis magrib. ppt 4. pas iklan, saluran saya ganti-ganti. pengen liat acara lain. mentok di saluran yang nayangin KCB persi sinetron. Biasanya saya lewatin juga. Tapi kemudian saya pantengin lebih lama. Soalnya pas di adegan saat ustadz Ilyas mau ngebacain puisinya Husna. Jadi pengen liat. Secara dah lama juga ga bikin syair.
Ternyata puisinya indah. Menurut saya. Jadilah saya termotivasi buat bikin syair. lagi. Kondisi juga sedang memungkinkan. Sedang jauh dari istri. Saya biasanya cuma bikin syair kalo sedang ada rindu. Dihati. Kalau tidak ada rindu saya bukan ga mau. Tapi ga bisa. Jadilah syair diatas. Yah tolong jangan mual ya, apalagi meneteskan air mata.
hehehehehehe....
hari-hari yang kulalui tanpa tawamu
tawa yang biasanya karena aku
atau setidaknya menurutku
hei,,, jangan mentertawakan aku
karena itu kamu
satu-satunya hati tempat aku menitipkan raga
atas nama Allah aku melabuhkan cinta
namun saat ini aku menggenggam rindu
seindah bola mata ketika engkau menatapku
sementara aku simpan
dan akan aku kembalikan padamu
utuh
karena aku tau
kamu akan membalas
lebih dari yang bisa aku berikan padamu
Beberapa waktu yang lalu saya nonton tipi. abis magrib. ppt 4. pas iklan, saluran saya ganti-ganti. pengen liat acara lain. mentok di saluran yang nayangin KCB persi sinetron. Biasanya saya lewatin juga. Tapi kemudian saya pantengin lebih lama. Soalnya pas di adegan saat ustadz Ilyas mau ngebacain puisinya Husna. Jadi pengen liat. Secara dah lama juga ga bikin syair.
Ternyata puisinya indah. Menurut saya. Jadilah saya termotivasi buat bikin syair. lagi. Kondisi juga sedang memungkinkan. Sedang jauh dari istri. Saya biasanya cuma bikin syair kalo sedang ada rindu. Dihati. Kalau tidak ada rindu saya bukan ga mau. Tapi ga bisa. Jadilah syair diatas. Yah tolong jangan mual ya, apalagi meneteskan air mata.
hehehehehehe....
11 July 2010
tak ada jose mourinho di piala dunia
Oh jelas saja saya bosan. Ketika media membicarakan mirip artis. Terus-terrusan. Oh iya saya bosan. Ketika media membicarakan Gayus Tambunan. Oh iya saya bosan. Saat media membicarakan bobroknya hukum. Tidak ada berita baik bagi negara kita. Memang sudah parah. Butuh orang dengan komitmen luar biasa mungkin. Merubah bobroknya negara. Atau mungkin hukuman mati. Bagi predator uang rakyat. Tanpa kecuali. Seperti di RRC. Tapi saya tidak menyarankan itu. Karena yang memiliki hak atas nyawa manusia hanya Sang Pencipta Ruh. Bukan kita. Mungkin dipotong tangan saja. Saya kira itu sudah cukup untuk memberi efek jera. Hidup dengan membawa hukuman fisik sekaligus moral. Bukan cuma mati terus habis cerita. Untungnya ada piala dunia. Jadi marilah kali ini kita fokus membicarakan piala dunia saja. Jadi saya pun harus merubah gaya tulisan saya. Ini hanya sekedar ulasan. Untuk final Piala Dunia kali ini. Perubahan dimulai.
Pagelaran World Cup 2010 akan segera berakhir. Dunia tidak lama lagi akan memiliki raja baru sepakbola. Entah Spanyol atau Belanda keduanya tidak memiliki riwayat sebagai juara piala dunia. Tentu saja setelah melewati berbagai ujian berat sebelumnya.
Pagelaran World Cup 2010 akan segera berakhir. Dunia tidak lama lagi akan memiliki raja baru sepakbola. Entah Spanyol atau Belanda keduanya tidak memiliki riwayat sebagai juara piala dunia. Tentu saja setelah melewati berbagai ujian berat sebelumnya.
02 June 2010
dempo, 10 tahun lalu
Ini cerita sudah lama. Sekitar 9-10 tahun lalu. Terinspirasi catatan teman saya, Ayas. Pendakian gunung dempo. Mencoba menggali lagi hal-hal yang bisa saya ingat. Itu kalo ga salah masih kelas 2 SMA. Saya masih imut-imutnya. Masih banyak pans. Dari guru sampe adek kelas. Bahkan kakak kelas juga. Dicubit-cubit sampe merah-merah badan saya. Sekarang sih masih sama. Tetep banyak pans. Bedanya dulu dan sekarang cuma dicubit sama ditabok.
Kalo ga salah waktu itu mau perpisahan kelas. Dari kelas dua menuju kelas tiga. Saya lupa ini ide siapa. Tau-tau anak-anak pada ngajakin ke dempo. Hayo dah. Ada saya, hasan, ade, feri, rayan, maruli, dan fauzi. Yang susah tinggal minta izin sama orang tua. Maklumlah kelas dua SMA masih rada susah kalo mau minta izin naik gunung. Akhirnya saya di izinkan juga. Tapi saya bilang ke pagaralam dan tidak menyinggung dempo sama sekali. Saya tidak bohong, tapi juga tidak jujur. Ah,,, mudah-mudahan Faaiz dan Fariha tidak meniru saya. Orang tua percaya karena saya memang dikenal jujur oleh orang tua. Pernah ada pengalaman saya ngembaliin ongkos yang dikasih orang tua ke saya. Hanya karena saya dikasih lagi ongkos sama kakek saya. Itu cerita ibu saya. Ah betapa saya kangen pada sifat saya yang seperti itu. Meski saya tidak pernah menyadarinya.
Kalo ga salah waktu itu mau perpisahan kelas. Dari kelas dua menuju kelas tiga. Saya lupa ini ide siapa. Tau-tau anak-anak pada ngajakin ke dempo. Hayo dah. Ada saya, hasan, ade, feri, rayan, maruli, dan fauzi. Yang susah tinggal minta izin sama orang tua. Maklumlah kelas dua SMA masih rada susah kalo mau minta izin naik gunung. Akhirnya saya di izinkan juga. Tapi saya bilang ke pagaralam dan tidak menyinggung dempo sama sekali. Saya tidak bohong, tapi juga tidak jujur. Ah,,, mudah-mudahan Faaiz dan Fariha tidak meniru saya. Orang tua percaya karena saya memang dikenal jujur oleh orang tua. Pernah ada pengalaman saya ngembaliin ongkos yang dikasih orang tua ke saya. Hanya karena saya dikasih lagi ongkos sama kakek saya. Itu cerita ibu saya. Ah betapa saya kangen pada sifat saya yang seperti itu. Meski saya tidak pernah menyadarinya.
28 May 2010
kamis ini ga biasa
Kelihatannya seperti hari kamis. Memang hari kamis. Kelihatannya seperti kamis biasanya. Memang iya. Hanya aktivitas yang saya lakukan tidak sama. Tidak seperti kamis biasanya. Saya seharian dikampus. Kalo biasanya sih tidak. Ada jeda saya pulang. Biasanya habis mata kuliah pertama. Akuntansi Keuangan 2. Saya suka ibu dosen. Mudah dipahami. Nilainya enak. Ujian juga tidak menjebak. Cuma agak sedikit sensitif. Tipikal konservatif. Tidak suka dengan kelakuan anak muda. Yang memang kadang-kadang kurang ajar. Saya suka.
Selesai kuliah AK2 jam 9.30. Nyambung kuliah jam 1.30. Mata kuliah Manajemen Strategik. Bapak dosen saya juga suka. Ga neko-neko. Motivator ulung. Belajar ga harus di kelas. Kehidupan adalah universitas terbesar yang pernah ada. Saya suka kalimat ini. Bapak dosen yang bilang. Sekilas mirip Harrison Ford. Bahwa hidup itu bukan hanya untuk memenuhi keinginan lima kuda liar. Saya dan teman-teman tertawa. Cuma masih lama. Mmasih 4 jam lagi. Kalo biasanya saya pulang nebeng uje. Karena uje pulang kampung, jadilah saya terkatung-katung di kampus. Ada kepelentingan yang mendelesak. Itu kata uje, bukan kata saya. Mana ngantuk sangat. Akibat jualan cabe merah keriting. Bukan di pasar tapi di bursa saham. Untungnya cuma ngegame. Mata pelajaran Manajemen Investasi. Kalo beneran takut ah. Mayoritas ulama bilang haram. Ga mungkin saya membantah. Sehebat apa ilmu saya.
Selesai kuliah AK2 jam 9.30. Nyambung kuliah jam 1.30. Mata kuliah Manajemen Strategik. Bapak dosen saya juga suka. Ga neko-neko. Motivator ulung. Belajar ga harus di kelas. Kehidupan adalah universitas terbesar yang pernah ada. Saya suka kalimat ini. Bapak dosen yang bilang. Sekilas mirip Harrison Ford. Bahwa hidup itu bukan hanya untuk memenuhi keinginan lima kuda liar. Saya dan teman-teman tertawa. Cuma masih lama. Mmasih 4 jam lagi. Kalo biasanya saya pulang nebeng uje. Karena uje pulang kampung, jadilah saya terkatung-katung di kampus. Ada kepelentingan yang mendelesak. Itu kata uje, bukan kata saya. Mana ngantuk sangat. Akibat jualan cabe merah keriting. Bukan di pasar tapi di bursa saham. Untungnya cuma ngegame. Mata pelajaran Manajemen Investasi. Kalo beneran takut ah. Mayoritas ulama bilang haram. Ga mungkin saya membantah. Sehebat apa ilmu saya.
19 May 2010
wet atus ebu
Saya sedang susah. Istri juga sama. Ayuk Fariha juga keliatannya. Faaiz sakit. Demam. Badannya panas. Jadinya rewel. Semaleman hampir ga tidur. Bukan saya, istri saya. Saya sih masih sempet tidur. Tapi juga tidak lama. Istri yang nyaris tidak tidur. Menemani kerewelan Faaiz.
Awalnya adik saya yang sakit. Tantenya Fariha. Demam panas ditambah pilek. Tapi ga lama, dua hari sembuh. Berikutnya Fariha tapi hanya pilek saja, Tidak pake demam. Dan Fariha juga tidak terlalu rewel. Paling ingus yang meler. Tak lama kemudian saya yang diserang. Pilek saja dan sedikit pusing. Waktu itu hari senin. Masuk kuliah SIM. Pulang kuliah niat mau istirahat. Ayuk Fariha ngajakin main. Ya udah saya ikutin.
"Ya...?, ujarnya.
Awalnya adik saya yang sakit. Tantenya Fariha. Demam panas ditambah pilek. Tapi ga lama, dua hari sembuh. Berikutnya Fariha tapi hanya pilek saja, Tidak pake demam. Dan Fariha juga tidak terlalu rewel. Paling ingus yang meler. Tak lama kemudian saya yang diserang. Pilek saja dan sedikit pusing. Waktu itu hari senin. Masuk kuliah SIM. Pulang kuliah niat mau istirahat. Ayuk Fariha ngajakin main. Ya udah saya ikutin.
"Ya...?, ujarnya.
15 May 2010
saya ga suka ikhwan
"Ga nyangka ternyata mas Mahbub ikhwan juga, ga keliatan dari tampilan luarnya".
Itu kata istri saya. Tapi juga bukan kata istri saya. Temennya istri yang bilang. Istri nyampein kesaya. Sambil senyum-senyum. Saya cuma tertawa mendengarnya. Bukan senyum loh, tertawa. Yang senyum itu istri saya.
Menurut saya, garis besarnya itu ada dua pengertian ikhwan. Yang pertama artinya laki-laki. Mudah-mudahan maksud temen istri saya tadi bukan yang ini. Kalo yang ini berarti sebelumnya saya disangkain perempuan? alamaaakkk... Anak saya dua, satu perempan satu laki-laki. Istri saya juga, Alhamdulillah perempuan. Dengan segalanya tadi, apakah saya kurang terasa laki-laki? Saya kira tidak ya. Saya juga berharap maksud teman istri saya tadi bukan yang ini. Teramat sangat berharap.
Itu kata istri saya. Tapi juga bukan kata istri saya. Temennya istri yang bilang. Istri nyampein kesaya. Sambil senyum-senyum. Saya cuma tertawa mendengarnya. Bukan senyum loh, tertawa. Yang senyum itu istri saya.
Menurut saya, garis besarnya itu ada dua pengertian ikhwan. Yang pertama artinya laki-laki. Mudah-mudahan maksud temen istri saya tadi bukan yang ini. Kalo yang ini berarti sebelumnya saya disangkain perempuan? alamaaakkk... Anak saya dua, satu perempan satu laki-laki. Istri saya juga, Alhamdulillah perempuan. Dengan segalanya tadi, apakah saya kurang terasa laki-laki? Saya kira tidak ya. Saya juga berharap maksud teman istri saya tadi bukan yang ini. Teramat sangat berharap.
Subscribe to:
Posts (Atom)